”Kami tetap sebagai jurnalis, namun kami merasa ada yang lebih mendesak untuk menjadi fokus perhatian saat ini: bagaimana mengambil bagian dalam membantu sesama warga Flores yang sedang dalam kondisi darurat.”
Merespons situasi darurat, bersama Forum Masyarakat Sipil Flores, Floresa mengambil langkah cepat untuk membantu warga yang sedang membutuhkan bantuan.
Dalam situasi dan kondisi aliran listrik padam dan jaringan internet memburuk, Floresa tetap berupaya menayangkan hasil liputan gempa sangat kuat di Flores dan sekitarnya, sembari membuka donasi untuk membantu warga korban gempa.
Hari kedua, Senin 17 Agustus donasi yang masuk melalui Floresa sebesar Rp 216.060.000. Hari ketiga, donasi yang terkumpul Rp 350 juta.
Pemimpin Umum Floresa.co, Ryan Dagur, mengatakan, pada Jumat tanggal 21 Agustus hingga pukul 20.00, donasi terkumpul mencapai Rp. 669.880.773.
Total yang telah didistribusikan sebesar Rp 655.742.000 atau 97,89 persen dari total donasi yang terkumpul.
Data sementara, donasi yang diterima tersebut menyasar 11 ribu keluarga pada 107 titik di tujuh kabupaten di NTT.
Donasi tersebut juga dialokasikan untuk dana khusus tim medis yang telah melayani 450 pasien di empat titik.
“Kami masih melanjutkan penggalangan donasi, dengan target penambahan dana khusus untuk tim medis. Kami mendapat cukup banyak laporan warga di pelosok yang butuh pengobatan,” tulis Floresa.



