”Komitmen politik tersebut harus juga disertai tindakan politik yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa mengabaikan kearifan lokal.”
Dwikorita mengatakan butuh komitmen bersama yang kuat untuk mengatasi krisis air akibat perubahan iklim. Komitmen tersebut, harus dilakukan seluruh negara tanpa terkecuali mengingat persoalan air menjadi ancaman serius bagi seluruh negara di dunia.
“Masalah air menjadi masalah seluruh negara. Semua terdampak sehingga setiap negara harus bekerja lebih cerdas dari apa yang sudah dilakukan sebelumnya untuk menghadapi laju perubahan iklim,” kata Dwikorita.
”Seperti mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam proses politik dan juga regional tanpa mengabaikan kearifan lokal setiap negara.”
Dwikorita mengajak seluruh peserta untuk belajar dari apa yang telah dilakukan oleh The Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC) UNESCO. Selama 20 tahun telah berhasil mengatasi ketakutan akan bahaya tsunami yang dapat melanda setiap negara.
Hal tersebut dapat tercapai karena adanya upaya integrasi sains dan teknologi ke dalam proses politik dan regional. Mekanisme ini dianggap relevan dan kerjasama holistic seluruh pihak akan membuat isu-isu iklim dan krisis air dapat dicari solusinya sehingga menghasilkan sebuah upaya bersama di setiap negara.




