Motifnya pun beragam, mulai dari warna merah, hitam, hingga putih. Beberapa situs bahkan telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.
Menurut Adhi, sudah ada empat situs gambar cadas yang menjadi cagar budaya nasional, yakni Gua Harimau, Leang Timpuseng, Leang Bulu’ Sipong 4, dan Leang Tedongnge.
Peneliti Prof. Maxime Aubert mengatakan bahwa penanggalan 67.800 tahun ini juga berdampak besar bagi pemahaman migrasi manusia modern di kawasan Asia-Pasifik.
“Sekarang kita benar-benar membuktikan bahwa manusia sudah berada di wilayah ini sekitar 68.000 tahun lalu,” ujar Prof. Maxime.
Pada masa itu, menurut Prof. Maxime, permukaan laut lebih rendah sehingga Papua dan Australia masih terhubung. Selama ini, arkeolog memperdebatkan apakah manusia mencapai Australia lewat jalur selatan atau utara.
“Dengan temuan ini, kita tahu pasti manusia menggunakan jalur utara. Semua seni cadas kuno di Indonesia juga berada di jalur tersebut,” kata Prof. Maxime.




