Jalur kedua adalah rute selatan, yang juga digunakan pada periode tertentu dalam sejarah manusia.
Selain migrasi manusia modern awal, Adhi juga menyinggung gelombang migrasi berikutnya, yakni kedatangan penutur Austronesia.
Pada periode yang lebih, ada penutur Austronesia yang bermigrasi dari Cina Selatan sekitar 4.000 sampai 3.000 tahun lalu ke Nusantara, kata Adhi.
Namun, untuk periode yang lebih tua, data arkeologi masih terbatas. Studi paleoantropologi di Indonesia yang benar-benar merekam kehadiran manusia modern awal masih sangat sedikit.
“Kita masih minim temuan paleoantropologi yang mencapai periode awal manusia modern sekitar 60.000 sampai 70.000 tahun lalu,” kata Adhi seperti dikutip dari Brin.go.id.
Adhi menjelaskan salah satu bukti fisik manusia modern awal berasal dari situs Lidah Air yang berusia sekitar 70 ribu tahun. Dalam konteks inilah, temuan gambar cadas di Leang Metanduno menjadi sangat penting sebagai bukti pendukung.
“Gambar cadas menjadi salah satu bukti pendukung adanya manusia modern awal yang bermigrasi ke Nusantara,” ujarnya.
Adhi menjelaskan bahwa seni cadas di Indonesia memiliki sebaran yang luas dan menunjukkan kontinuitas aktivitas manusia purba di Nusantara.
“Sebaran gambar cadas itu mulai dari Sumatera sampai Papua, dan paling banyak ditemukan di Indonesia bagian tengah sampai Indonesia timur,” ujarnya.




