Darilaut – Penemuan lukisan gua tertua di dunia di Maros, Sulawesi Selatan, menjadi pengingat bahwa Indonesia bukan hanya kaya secara alam dan budaya, akan tetapi menyimpan kontribusi penting dalam sejarah umat manusia.
Lukisan itu diam terpahat di dinding batu, menyampaikan pesan dari masa silam. Sebuah pesan tentang siapa kita, dari mana kita berasal, dan bagaimana sejak dahulu manusia telah memaknai hidup melalui simbol, cerita, dan seni.
Tempat lukisan ini berada di tebing-tebing karst yang menjulang tinggi di kawasan Leang-Leang, Maros. Lokasi yang menyimpan rahasia zaman purba.
Di balik dinding-dinding gua cadas tergurat jejak peradaban yang telah lama hilang tertelan waktu. Sebuah figur lukisan babi hutan, manusia pemburu, dan adegan naratif prasejarah lain yang tergambar dengan pigmen merah, menjadi saksi bisu perjalanan manusia purba lebih dari 51.000 tahun yang lalu.
Penemuan ini tidak hanya mengubah peta ilmu arkeologi dunia, tapi juga menjadi bukti bahwa nenek moyang kita telah mengenal seni dan simbolisme jauh lebih awal dari yang pernah dibayangkan.
Peneliti Ahli Muda dari Pusat Riset Arkeometri, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adhi Agus Oktaviana, mengatakan, penelitian gambar cadas itu sebetulnya pada 2014 dan sudah terpublikasi di Jurnal Lecture, untuk umur pertanahan sekitar 40.000 tahun.




