Kamis, September 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Temuan Paling Revolusioner Lukisan Gua Umur 51 Ribu Tahun di Sulawesi Selatan

redaksi
6 Juni 2025
Kategori : Berita
0
Temuan Paling Revolusioner Lukisan Gua Umur 51 Ribu Tahun di Sulawesi Selatan

Lukisan gua tertua di dunia di Maros, Sulawesi Selatan. FOTO: BRIN

Darilaut – Penemuan lukisan gua tertua di dunia di Maros, Sulawesi Selatan, menjadi pengingat bahwa Indonesia bukan hanya kaya secara alam dan budaya, akan tetapi menyimpan kontribusi penting dalam sejarah umat manusia.

Lukisan itu diam terpahat di dinding batu, menyampaikan pesan dari masa silam. Sebuah pesan tentang siapa kita, dari mana kita berasal, dan bagaimana sejak dahulu manusia telah memaknai hidup melalui simbol, cerita, dan seni.

Tempat lukisan ini berada di tebing-tebing karst yang menjulang tinggi di kawasan Leang-Leang, Maros. Lokasi yang menyimpan rahasia zaman purba.

Di balik dinding-dinding gua cadas tergurat jejak peradaban yang telah lama hilang tertelan waktu. Sebuah figur lukisan babi hutan, manusia pemburu, dan adegan naratif prasejarah lain yang tergambar dengan pigmen merah, menjadi saksi bisu perjalanan manusia purba lebih dari 51.000 tahun yang lalu.

Penemuan ini tidak hanya mengubah peta ilmu arkeologi dunia, tapi juga menjadi bukti bahwa nenek moyang kita telah mengenal seni dan simbolisme jauh lebih awal dari yang pernah dibayangkan.

Peneliti Ahli Muda dari Pusat Riset Arkeometri, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adhi Agus Oktaviana, mengatakan, penelitian gambar cadas itu sebetulnya pada 2014 dan sudah terpublikasi di Jurnal Lecture, untuk umur pertanahan sekitar 40.000 tahun.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Adhi Agus OktavianaBRINGriffith UniversityLukisan Gua Tertua di MarosMarosSulawesi Selatan
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Puluhan Orang Meninggal Karena Banjir di Pegunungan Arfak, Longsor di Cirebon

Next Post

Mikroplastik di Lautan Lebih Banyak Dari Bintang, Biaya Sosial Tahunan Polusi Plastik US$300  

Postingan Terkait

Badai Tropis Jangmi Terbentuk di Laut Filipina, Dekat Yap

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

17 September 2026
Api Menghanguskan Zamrud Khatulistiwa Kepulauan Nusantara

Api Menghanguskan Zamrud Khatulistiwa Kepulauan Nusantara

17 September 2026

Asia dan Afrika Paling Terdampak Bencana Air, Sungai mengering dengan Kondisi Tak Wajar

Paus Sperma Betina Panjang Hampir 10 Meter Mati Terdampar di Pulau Ternate

Instruktur Selam Pemanah Penyu di Raja Ampat Ditangkap, SSI Mengecam Perlakuan Buruk Terhadap Biota Laut

Temperatur Magma Anak Krakatau Lebih Dari 900°C

Gunung Anak Krakatau Lahir 1927 Memiliki Kedalaman Dapur Magma Lebih Dari 7 Km

Magma Gunung Anak Krakatau Lebih Basaltik dan Panas

Next Post
Memangkas Polusi Plastik, Ini ‘Peta jalan’ PBB

Mikroplastik di Lautan Lebih Banyak Dari Bintang, Biaya Sosial Tahunan Polusi Plastik US$300  

TERBARU

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

Api Menghanguskan Zamrud Khatulistiwa Kepulauan Nusantara

Asia dan Afrika Paling Terdampak Bencana Air, Sungai mengering dengan Kondisi Tak Wajar

Paus Sperma Betina Panjang Hampir 10 Meter Mati Terdampar di Pulau Ternate

Instruktur Selam Pemanah Penyu di Raja Ampat Ditangkap, SSI Mengecam Perlakuan Buruk Terhadap Biota Laut

Temperatur Magma Anak Krakatau Lebih Dari 900°C

AmsiNews

REKOMENDASI

Kemarau Meluas, Potensi Hujan Tetap Ada

Provinsi Gorontalo yang Mencemaskan

Kapal Kargo Felicity Ace Bawa 4.000 Mobil Mewah Tenggelam di Samudra Atlantik

LIPI Kembangkan Potensi Obat Herbal Antivirus Covid-19

Apakah Bakteri “Pemakan Daging” Sudah Ada di Indonesia?

Terkait La Nina dan MJO, Waspada Potensi Hujan Lebat di Wilayah Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.