Sabtu, September 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gangguan Pernafasan Penyebab Kematian Paus Pilot di Perairan Madura

redaksi
24 April 2021
Kategori : Berita, Orca
0
52 Paus Pilot Terdampar di Pantai Madura, Hanya 3 yang Hidup

Paus Pilot yang terdampar di Pantai Madura, Kamis (18/2). FOTO: KLHK

Darilaut – Gangguan pernafasan, dehidrasi dan kelemahan sebagai penyebab kematian paus pilot di perairan Madura beberapa waktu lalu.

Sebanyak 52 ekor paus pemandu sirip pendek (Globicephala macrorhynchus) terdampar di Pantai Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura, Kamis (18/2).

Salah satu Tim Forensik Patologi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Bilqisthi Ari Putra, mengatakan koloni paus pemandu sirip pendek yang terdampar sedang berburu makanan.

Menurut Bilqisthi, koloni paus pilot sirip pendek dipimpin oleh betina produktif dengan kondisi lapar, lemah dan mengalami gangguan pernafasan atau dalam istilah medis disebut emfisema.

“Pejantan kelaparan dan mengalami gangguan pernafasan (pneumonia granulomatosa) dan gangguan jantung (infark miokardial),” kata Bilqisthi seperti dikutip dari Unair.ac.id, Jumat (16/4).

Menurut dokter Bilqis penyebab paus pilot terdampar adalah disorientasi akibat kelainan otot reflektor melon pada betina utama. Hal ini diperburuk dengan kelaparan, serta kondisi pernafasan dan pencernaan yang kurang baik.

Disorientasi timbul ketika terjadi dinamika oseanografi seperti MJO (Madden-Julian Oscillation).

“Penyebab kematian pada betina utama maupun pejantan adalah terjadinya gagal nafas, sedangkan pada anggota koloni yang lain, kematian disebabkan karena dehidrasi dan kelemahan,” kata Bilqisthi

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Jawa TimurPaus pilotpaus terdamparUniversitas Airlangga
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Kapal Selam KRI Nanggala-402 Hilang Kontak di Perairan Bali

Next Post

KRI Nanggala 402 Fase Submiss Menuju Subsunk

Postingan Terkait

KKP Tetapkan Kawasan Konservasi di Maluku Tengah Seluas 683.826,89 Hektare

KKP Tetapkan Kawasan Konservasi di Maluku Tengah Seluas 683.826,89 Hektare

19 September 2026
Topan Dujuan Akan Mendekati Tokyo

Topan Dujuan Akan Mendekati Tokyo

19 September 2026

Tren Negatif Cadangan Air Daratan Terus Berlanjut

Banjir dan Kekeringan Pecahkan Rekor Lima Tahun Terakhir

Peneliti UNG Dorong Perbaikan Regulasi Dampak Tambang di Pesisir Provinsi Gorontalo dan Transparansi Dokumen Lingkungan

Peneliti UNG Menyoroti Praktik Pertambangan di Provinsi Gorontalo, Lingkungan Pesisir Memburuk Manfaat Ekonomi Minim

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Next Post
KRI Nanggala 402 Fase Submiss Menuju Subsunk

KRI Nanggala 402 Fase Submiss Menuju Subsunk

Komentar tentang post

TERBARU

KKP Tetapkan Kawasan Konservasi di Maluku Tengah Seluas 683.826,89 Hektare

Topan Dujuan Akan Mendekati Tokyo

Tren Negatif Cadangan Air Daratan Terus Berlanjut

Banjir dan Kekeringan Pecahkan Rekor Lima Tahun Terakhir

Peneliti UNG Dorong Perbaikan Regulasi Dampak Tambang di Pesisir Provinsi Gorontalo dan Transparansi Dokumen Lingkungan

Peneliti UNG Menyoroti Praktik Pertambangan di Provinsi Gorontalo, Lingkungan Pesisir Memburuk Manfaat Ekonomi Minim

AmsiNews

REKOMENDASI

8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda Termasuk 5 Jurnalis Masih Dalam Pencarian

Pelampung Raksasa Diluncurkan Menjaring Sampah Plastik di Lautan Pasifik

Hari Ini Asteroid Seukuran Pesawat Mendekati Bumi, Tak Perlu Khawatir

Bibit Siklon Tropis 91S Terletak di Barat Daya Sumbar

Ini Aturan Penangkapan dan Pengiriman Kepiting Bertelur

Letusan Gunung Berapi Hunga Tonga di Pasifik Selatan Menghasilkan Ledakan Bawah Laut Terbesar

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.