Selasa, Juli 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Sampah & Polusi

Pelampung Raksasa Diluncurkan Menjaring Sampah Plastik di Lautan Pasifik

Andri Arnold
11 September 2018
Kategori : Sampah & Polusi
0
Pelampung Raksasa Diluncurkan Menjaring Sampah Plastik di Lautan Pasifik

Foto : The Ocean Cleanup

San Fransisco – The Ocean Cleanup memulai misi mereka untuk  mengurangi sampah plastik di laut Pasifik .Para pakar yang tergabung dalam organisasi asal Belanda itu telah menciptakan sebuah pelampung raksasa berukuran 600 meter yang diletakkan di teluk San Fransisco. Dikutip  dari website The Ocean Cleanup, pelampung yang diberi nama “System 001” telah memulai aksi pembersihan menuju ke lokasi 240 mil ke laut lepas pantai untuk sebuah percobaan tahap awal. Uji coba itu akan dilakukan selama dua minggu.

Pelampung berbentuk huruf U itu di tarik dari teluk San Fransisco oleh kapal Maesk Laucher. Sesuai rencana, jika percobaan sukses maka pelampung selanjutnya akan bergerak menuju Great Pacific Garbage Patch atau Pulau Sampah Besar di Lautan Pasifik yang terletak 1.200 mil laut dari lepas pantai San Fransisco.

Boyan Slat, Pendiri dan CEO The Ocean Cleanup menyatakan bahwa peluncuran “System 001” menjadi tonggak penting tetapi perayaan nyata akan tiba saat plastik pertama yang berhasil dikumpulkan kembali dibawa ke pantai.

“Selama 60 tahun, manusia telah menempatkan plastik ke lautan, mulai hari itu dan seterusnya, kami mengambilnya kembali  ”

Slat mengatakan Jika misi awal  pembersihan itu sukses dan pendanaan tersedia, maka organisasinya akan menambah 60 pelampung lain dilautan pasifik hingga tahun 2020.

” The Ocean Cleanup memproyeksikan bahwa  separuh plastik di Great Pacific Garbage Patch dapat diambil dalam kurun  waktu lima tahun ” kata Slat

Tags: Lautpasifikplastiksampahtheoceancleanup
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

“Pulau” Sampah Plastik Kini Hampir Seluas Indonesia

Next Post

Bagaimana Pelampung Raksasa Bersihkan Sampah Plastik dari Lautan Pasifik ?

Postingan Terkait

UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

29 Juni 2026
Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

17 Juni 2026

Krisis Polusi Plastik Mencekik Lautan, Bahan Alternatif  Terhambat tarif dan Peraturan

4.000 Spesies Laut Terpengaruh Plastik

World Oceans Day, Emisi Sampah Plastik Capai 52,1 Juta Metrik Ton per Tahun

SDGs Center UNG Dukung Gerakan Pilah Sampah

Plastik Daur Ulang untuk Kemasan Makanan Perlu Pengamanan Lebih Ketat

Mikroplastik dan Nanoplastik, Ilmuwan Telah Mendeteksi dalam Darah Manusia dan Paru-Paru

Next Post
Bagaimana Pelampung Raksasa Bersihkan Sampah Plastik dari Lautan Pasifik ?

Bagaimana Pelampung Raksasa Bersihkan Sampah Plastik dari Lautan Pasifik ?

Komentar tentang post

TERBARU

Bibit Siklon Tropis 92W Terletak di Laut Filipina

Juli 2026 Tercatat 8 Prodi UNG Raih Akreditasi Unggul

Potensi Hujan di Tengah Penguatan El Niño

Kondisi Relatif Kering,  Penguatan El Niño dan Perluasan Musim Kemarau

Gorontalo Antisipasi dan Siaga Musim Kemarau

Program Studi Pendidikan Fisika UNG Raih Akreditasi Unggul

AmsiNews

REKOMENDASI

Indonesia Komitmen Hapus Merkuri

Ada Dugaan Politik Uang,  Hasil PSU Gorontalo Utara di Gugat di MK

Terancam Punah, Populasi Lumba-lumba Irrawaddy di Thailand Mengkhawatirkan

Satu Lagi Publikasi Ilmiah UNG Terindeks Scopus: Jambura Journal of Biomathematics

Gunung Ruang Meletus Disertai Suara Gemuruh dan Gempa

Spesies Hiu Baru, Hilang Sebelum Ditemukan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.