Nelayan Gorontalo
Pada Jumat (28/12) angin kencang dan gelombang tinggi di Laut Maluku dan Teluk Tomini.
Dua nelayan penangkap ikan tuna Kelurahan Pohe Kota Gorontalo, Oman Igirisa (55 tahun) dan Ramin Musa (50 tahun) dilaporkan hilang.
Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gorontalo Sakti Yanto mengatakan, SAR Gorontalo langsung berkoordinasi dengan SAR Palu dan SAR Ternate untuk melakukan pencarian dan pertolongan.
Di Jorjoga Taliabu, Maluku Utara, satu jenazah laki-laki tanpa identitas ditemukan di pantai dan telah dimakamkan warga setempat. Kemudian di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, juga ditemukan satu jenazah laki-laki.
Akhir tahun 2018 angin kencang dan gelombang tinggi di Teluk Tomini. Sejumlah nelayan hanyut dan tak bisa mendaratkan perahunya.
Seorang nelayan tukang lampu selamat dari amukan gelombang dan angin kencang. Tukang lampu ini sudah berada di rumpon.
Karena sudah tak dapat menahan angin kencang dan gelombang, tukang lampu ini, memutus tali rumpon. Selama tujuh hari nelayan ini terombang-ambing di atas rumpon. Kemudian diselamatkan nelayan di Bualemo, Kabupaten Banggai.
Nakhoda yang juga nelayan Ansar Rahman (40 tahun) mengatakan, melaut pada Jumat (28/12). Gelombang laut disertai angin kencang sangat kuat. Gelombang mulai dinihari hingga siang hari.





Komentar tentang post