Menurut Pusat Vulkanologi litologi penyusun wilayah ini terdiri atas Batuan Karbonat berumur kuarter. Batuan yang telah mengalami pelapukan dan/ atau sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi.
Berdasarkan data tapak lokal vs30, kata Pusat Vulkanologi, wilayah terdekat dengan episenter gempa bumi diklasifikasikan ke dalam Kelas Tanah C (tanah sangat padat dan batuan lunak).
Keberadaan kelas tanah yang lebih lunak ini berarti bahwa potensi guncangan gempa bumi di area tersebut bisa terasa lebih intens, menurut Pusat Vulkanologi.
Pusat Vulkanologi mengimbau masyarakat melakukan pemeriksaan mandiri terkait kondisi bangunan setelah terjadi gempa bumi. Masyarakat diimbau mengamati dan mematuhi rambu evakuasi.
Masyarakat diimbau menjauhi daerah tebing yang berpotensi terjadi gerakan tanah, terutama saat terjadi hujan, kata Pusat Vulkanologi.
Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak diikuti oleh bahaya ikutan, seperti retakan tanah, penurunan lahan, likuefaksi dan longsoran.
Pusat Vulkanologi merekomendasikan bangunan di daerah rawan gempa bumi diharapkan dapat mengikuti kaidah bangunan tahan gempa, guna menghindari risiko kerusakan, serta dilengkapi dengan jalur evakuasi.




