Data Badan Geologi daerah tersebut tersusun oleh dominan tanah keras (kelas C) dan sebagian merupakan tanah sedang (kelas D). Wilayah ini secara umum tersusun oleh batuan berumur Pra Tersier (batuan metamorf dan metasedimen), Tersier (batuan sedimen dan batu beku) dan endapan Kuarter berupa aluvial pantai.
Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman, dan data mekanisme sumber dari BMKG, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas sesar Palu Koro pada segmen Donggala Utara dengan mekanisme sesar mendatar.
Guncangan di sekitar lokasi pusat gempa bumi terasa pada skala V-VI MMI (Modified Mercalli Intensity) dan di Kota Palu pada skala IV.
Sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi tinggi dan menengah. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, namun tidak mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut yang dapat memicu tsunami.
Pusat Vulkanologi merekomendasikan agar masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari petugas BPBD setempat, tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, dan jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.




