Gempa Dahsyat Kolombia, PBB Siap Memberikan Bantuan

GAMBAR: USGS

Darilaut – Gempa darat berkekuatan magnitudo (M) 7,4 mengguncang Kolombia pada Senin (10/8). Sejumlah badan PBB telah menyatakan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak dan menyatakan kesiapan mereka untuk memberikan bantuan, sembari menunggu permintaan resmi dari pemerintah Kolombia.

Gempa dahsyat tersebut menewaskan sedikitnya 111 orang. Gempa bumi yang terjadi di Kolombia bagian barat tersebut berada di dalam zona subduksi Amerika Selatan.

The United States of Geological Survey (USGS) atau Survei Geologi Amerika Serikat memperkirakan 10,5 juta orang merasakan guncangan berkategori Kuat pada skala MMI (Modified Mercalli Intensity) VI hingga Sangat Kuat VII.

Guncangan gempa terasa di sebagian besar wilayah Kolombia serta di negara-negara tetangga, termasuk Panama, Ekuador, dan Venezuela.

Melansir UN News, Program Pangan Dunia (WFP) menyatakan memiliki kapasitas untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan guna mendukung Pemerintah dan otoritas darurat nasional.

Organisasi Kesehatan Pan-Amerika (PAHO)—yang merupakan bagian dari sistem PBB—menyatakan sedang menjalin komunikasi erat dengan otoritas nasional.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) juga terus memantau situasi dan siap mendukung upaya penanganan, termasuk memberikan bantuan bagi warga yang mengungsi.

Direktur Jenderal IOM, Amy Pope, menyampaikan solidaritas kepada Kolombia dan menyatakan bahwa organisasinya siap mendukung masyarakat yang terdampak.

Badan PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) juga menyatakan sedang melakukan penilaian terhadap dampak gempa bumi tersebut dan siap memberikan bantuan melalui koordinasi dengan pihak berwenang serta para mitra.

Sistem PBB di Kolombia menyatakan bahwa tim-timnya akan terus menjalin komunikasi dengan lembaga-lembaga nasional seiring dengan semakin jelasnya cakupan kebutuhan kemanusiaan.

Wilayah Paling Terdampak

Pereira, sebuah kota dengan populasi sekitar 500.000 jiwa, terletak sekitar 35 mil (sekitar 56 km) dari pusat gempa.

Saat tim darurat mencari korban selamat, wali kota setempat melaporkan adanya 18 korban tewas di kota tersebut.

Di Cali, kota terbesar ketiga di negara itu, pihak berwenang melaporkan terjadinya sejumlah tanah longsor yang menyebabkan warga terjebak, serta telah meminta bantuan tambahan untuk operasi penyelamatan.

Kerusakan juga berdampak pada infrastruktur transportasi; beberapa bandara di wilayah barat Kolombia menghentikan operasional sementara fasilitas-fasilitas tersebut diperiksa.

Perintah evakuasi dikeluarkan hingga ke ibu kota, Bogotá, yang terletak 250 mil (sekitar 400 km) di sebelah timur San José del Palmar.

Tragedi ini terjadi hanya tiga hari setelah pelantikan Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella. Pemerintah telah mengaktifkan mekanisme tanggap daruratnya dan terus melakukan penilaian terhadap kerusakan serta kebutuhan di wilayah-wilayah yang terdampak.

Exit mobile version