Darilaut – Sedikitnya 7.400 orang meninggal dunia dan hilang akibat bencana geologis di pegunungan Himalaya.
Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah menyerukan keadilan iklim setelah ‘tsunami Himalaya’ meluluhlantakkan negaranya dan menyampaikan peringatan keras dari wilayah Himalaya di hadapan Majelis Umum PBB pada hari Kamis (24/9).
Shah mengatakan bahwa banjir dahsyat yang menewaskan sedikitnya 1.400 orang di negaranya telah menyingkap dampak kemanusiaan akibat perubahan iklim, serta kegagalan sistem internasional dalam melindungi pihak-pihak yang justru paling tidak bertanggung jawab atas masalah tersebut.
Saat berbicara dalam debat umum sesi ke-81 Majelis Umum, menurut Shah, bencana Bhotekoshi-Trishuli yang terjadi empat minggu sebelumnya di wilayah utara Nepal telah menerjang komunitas pegunungan dengan kekuatan dahsyat yang digambarkan sebagai “Tsunami Himalaya”.
Lebih dari 6.000 orang masih dinyatakan hilang, dan kerugian akibat bencana ini diperkirakan mencapai sekitar 10 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Nepal.
“Bencana Bhotekoshi-Trishuli bukan sekadar tragedi lokal, melainkan sebuah peringatan bagi dunia,” ujarnya seperti dikutip dari UN News.
“Dan hari ini saya bertanya kepada Anda semua: sudahkah kita benar-benar mendengar peringatan itu?”



