Gempa Dahsyat M 7,4 di Kolombia Dirasakan Lebih Dari 10 Juta Orang pada Skala VI dan VII MMI

Gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,4 mengguncang Kolombia, pada Senin (10/8) malam. GAMBAR: USGS

Darilaut – Gempa darat dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,4 mengguncang Kolombia, pada Senin (10/8) malam. Gempa dirasakan lebih dari 10 juta orang pada skala VI dan VII MMI (Modified Mercalli Intensity).

Gempa bumi yang terjadi di Kolombia bagian barat tersebut berada di dalam zona subduksi Amerika Selatan.

The United States of Geological Survey (USGS) atau Survei Geologi Amerika Serikat memperkirakan 10,5 juta orang merasakan guncangan berkategori Kuat pada skala MMI (Modified Mercalli Intensity) VI hingga Sangat Kuat VII.

Gempa tersebut berada di kedalaman 110,3 km dengan jarak 5 km di sebelah selatan San José del Palmar, Kolombia. Gempa terjadi Senin pukul 12.3428 Coordinated Universal Time (UTC) atau Waktu Universal Terkoordinasi.

USGS memperkirakan adanya kemungkinan besar terjadinya kerusakan luas dan korban jiwa. Gempa susulan, yang beberapa di antaranya berpotensi menimbulkan guncangan kuat, mungkin terjadi setelah gempa ini.

USGS menyebutkan gempa bumi 10 Agustus 2026 di Kolombia bagian barat terjadi terutama akibat sesar geser (strike-slip) pada kedalaman sekitar 110 km. Solusi mekanisme fokus untuk peristiwa ini menunjukkan bahwa pergerakan patahan terjadi pada salah satu dari dua kemungkinan: sesar naik miring (oblique reverse) dengan kemiringan curam dan pergerakan geser kiri (left-lateral), atau sesar geser kanan (right-lateral) dengan kemiringan sedang.

Gempa ini terjadi di wilayah yang dicirikan oleh subduksi Lempeng Nazca ke arah timur di bawah Lempeng Amerika Selatan. Mengingat kedalamannya, gempa ini kemungkinan besar terjadi di dalam Lempeng Nazca yang sedang menunjam.

Gempa bumi sebesar ini lebih tepat dijelaskan sebagai pergeseran (slip) pada area sesar yang lebih luas. Gempa bumi geser (strike-slip) ini biasanya memiliki dimensi sekitar 105 km x 15 km (panjang x lebar).

Sebuah bangunan di Cali, Kolombia, hancur akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4. FOTO: Valentina Escobar Salazar/UN

Gempa bumi dengan kedalaman fokus antara 70 hingga 300 km, seperti peristiwa ini, umumnya disebut sebagai gempa bumi “kedalaman menengah” atau intermediate-depth.

Gempa bumi kedalaman menengah mencerminkan deformasi di dalam lempeng yang menunjam (subducted slab), bukan pada batas lempeng dangkal di antara lempeng tektonik yang menunjam dan lempeng yang menindihnya.

Karena kedalamannya, gempa bumi ini biasanya menyebabkan guncangan yang tidak sekuat gempa dangkal dengan magnitudo yang sama.

Namun, guncangannya tetap bisa terasa kuat dan biasanya dirasakan di wilayah yang lebih luas.

Gempa bumi besar dengan kedalaman menengah sering terjadi di sepanjang zona subduksi Amerika Selatan. Gempa-gempa ini biasanya dikaitkan dengan gaya tekukan di dalam lempeng yang menunjam (slab).

Gempa bumi 10 Agustus 2026 terjadi di dekat batas paling utara wilayah pengamatan gempa bumi kedalaman menengah di zona subduksi Amerika Selatan.

Sejak tahun 1950, menurut USGS, tercatat dua gempa bumi sebelumnya dengan magnitudo 7 atau lebih besar dalam radius 250 km dari lokasi gempa.

Namun, kedua gempa tersebut terjadi di dekat pesisir Kolombia. Wilayah di sekitar lokasi gempa 10 Agustus 2026 umumnya lebih sering mengalami gempa bumi yang lebih kecil dengan magnitudo tidak melebihi 7.

Gempa bumi merusak yang terjadi baru-baru ini di Kolombia meliputi gempa subduksi antarlempeng (interface) di dekat pesisir dan di negara tetangga Ekuador, serta gempa kerak dangkal yang terjadi di dekat pusat-pusat populasi di negara tersebut.

Exit mobile version