Darilaut – Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa bumi darat magnitudo (M) 5,7 yang mengguncang Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Gempa yang terjadi pada Senin (12/10) pukul 04.34.53 WIB atau 05.34.53 Wita memiliki parameter update magnitudo M5,4 di kedalaman 85 km.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,67° Lintang Utara – 121,78° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat 29 km barat laut Pohuwato, Gorontalo, kata Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo Dr. Andri Wijaya Bidang.
Menurut Andri hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, kata Andri, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis menengah akibat aktivitas deformasi dalam Lempeng Laut Sulawesi.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas IV MMI (Modified Mercalli Intensity) di Tolitoli dan Buol, Sulawesi Tengah. Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.
Dirasakan skala III MMI di Kabupaten Boalemo, Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Kabupaten Bone Bolango. Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.



