Senin, Oktober 12, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Mengapa Belajar Bahasa Inggris Terasa Melelahkan?

redaksi
12 Oktober 2026
Kategori : Kajian
0
Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Zulkifli Tanipu, M.A.,Ph.D. FOTO: KOLEKSI PRIBADI

Zulkifli Tanipu, M.A., Ph.D., Dosen Tetap Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo

Pernahkah Anda mengikuti kelas bahasa Inggris selama dua jam, tetapi di akhir perkuliahan justru merasa sangat lelah? Padahal yang dilakukan hanya membaca teks, mendengarkan penjelasan dosen, mengerjakan latihan, lalu berdiskusi.

Rasa lelah itu sering dianggap sebagai tanda kurang semangat belajar. Padahal, tidak selalu demikian. Dalam banyak kasus, yang sebenarnya sedang bekerja keras adalah otak kita.

Belajar bahasa Inggris berbeda dengan mempelajari mata pelajaran yang hanya menuntut satu jenis aktivitas. Ketika membaca sebuah paragraf, misalnya, kita tidak hanya mengenali kata-kata.

Kita juga harus memahami makna, mengingat kosakata sebelumnya, menghubungkan ide antarkalimat, sekaligus menebak maksud penulis. Semua proses itu terjadi hampir bersamaan. Semakin banyak informasi yang harus diproses dalam satu waktu, semakin besar pula beban mental yang dirasakan.

Di sinilah konsep working memory menjadi penting. Sederhananya, working memory adalah ruang kerja sementara di dalam otak. Ruang inilah yang kita gunakan untuk menahan informasi sambil mengolahnya. Kapasitasnya terbatas.

Karena itu, ketika mahasiswa harus mendengarkan penjelasan, melihat slide, mencatat, dan menjawab pertanyaan sekaligus, ruang kerja tersebut cepat penuh. Akibatnya, informasi yang baru saja dipahami justru mudah hilang sebelum sempat tersimpan dengan baik.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Pembelajaran Bahasa InggrisUNGUniversitas Negeri GorontaloZulkifli Tanipu PhD
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Gempa Darat Pohuwato M 5,7 Mekanisme Pergerakan Naik

Postingan Terkait

Ini Rekomendasi Sosiolog Universitas Negeri Gorontalo Untuk Penyelesaian Konflik Pohuwato

Mengapa PKI Tak Laku di Gorontalo?

1 Oktober 2026
Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Menjadi Fasih Itu Bukan Soal Banyaknya Kata yang Dikuasai

16 September 2026

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Kritik terhadap Pembongkaran Cagar Budaya di Gorontalo

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

TERBARU

Mengapa Belajar Bahasa Inggris Terasa Melelahkan?

Gempa Darat Pohuwato M 5,7 Mekanisme Pergerakan Naik

Gempa Darat Pohuwato M 5,7 Dirasakan III-IV MMI di Buol dan Tolitoli

Gempa Darat Magnitudo 5,7 Guncang Pohuwato

Kamboja Memiliki Risiko Tinggi Mengalami Kekeringan Parah Selama Siklus El Niño

Kekeringan Akibat El Niño Menghantam Kamboja

AmsiNews

REKOMENDASI

Banyak Bangunan Rusak dan Jalanan Retak di Jepang, Tercatat 100 Guncangan Setelah Gempa 7,6 SR

Kapasitas Kapal Menuju Pulau Seribu Dibatasi 50 Persen

Cegah Abrasi, Relawan Dompet Dhuafa Tanam Seribu Pohon

Perpanjangan PSBB DKI Jakarta Penentu Transisi untuk Memulai New Normal

Pendidikan Kebangsaan Sangat Penting Bagi Pramuka

Paus Bryde 11 Meter Terdampar di Perairan Bali

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.