Tim Basarnas telah mengirimkan dukungan untuk membantu operasi SAR gempabumi yang melanda Majene, Jumat (15/1) pukul 10.00 WIB. Selain personil yang telah memiliki kualifikasi Urban SAR, juga dukungan sarana prasarana, serta peralatan kominikasi. Tim ini diberangkatkan pesawat Hercules dari Bandara Halim Perdanakusuma.
Keberangkatan puluhan tim urban yang tergabung dalam Indonesia Search and Rescue (Inasar) dipimpin langsung Ketua Tim Inasar yang juga Kepala Biro Perencanaan Basarnas Moch. Barokna H.
“Dukungan operasi SAR gempa bumi di Majene tidak hanya datang dari pusat, tetapi juga datang dari Kantor-Kantor SAR di sekitarnya, seperti Kantor SAR Makassar, Balikpapan, dan Samarinda,” kata Deputi Bidang Sarana Prasarana dan Sistem Komunikasi Marsda TNI Suparmono.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene menginformasikan warganya merasakan gempa kuat selama 5 hingga 7 detik. Gempa yang berpusat 6 km timur laut Majene, membuat para warga panik. Kepanikan membuat mereka keluar rumah.
Hal serupa dirasakan warga Kabupaten Polewali Mandar. BPBD setempat menginformasikan gempa dirasakan warga cukup kuat sekitar 5 hingga 7 detik. Guncangan memicu kepanikan hingga keluar rumah.
Berdasarkan analisis BMKG yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, gempa M6,2 ini memicu kekuatan guncangan IV – V MMI di Majene, III MMI di Palu, Sulawesi Tengah dan II MMI di Makasar, Sulawesi Selatan.





Komentar tentang post