“Jamming biasanya digunakan dalam peperangan, sedangkan spoofing membuat penerima GPS menangkap sinyal palsu.”
Sementara itu, Muharman Lubis, Ketua Prodi Magister Sistem Informasi Telkom University, menambahkan pandangan dari sisi ekosistem digital. Menurutnya, GPS berkembang seiring pesatnya pertumbuhan Internet of Things (IoT) yang kini mencapai 55 miliar perangkat.
“IoT sudah masuk ke semua bidang, dan menjadi bagian dari kehidupan manusia.”
Muharman mengingatkan bahwa perkembangan ini menuntut keamanan siber yang lebih kuat. Dengan banyaknya perangkat IoT yang memiliki kelemahan sistem autentikasi, ancaman keamanan semakin meningkat. Ia mencontohkan malware Mirai yang memindai perangkat dengan kata sandi lemah.
Menurutnya, ketangguhan (resilience) menjadi kunci keamanan masa depan.
“Sekarang bukan hanya soal bertahan, tetapi harus tangguh, karena serangan akan terjadi terus-menerus.”
Webinar tersebut menegaskan bahwa GPS bukan hanya teknologi navigasi, melainkan hasil evolusi panjang yang kini mendukung ekosistem digital global.




