Rabu, April 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Hampir Seluruh Tubuh Gunung Anak Krakatau Kawasan Rawan Bencana

redaksi
26 April 2022
Kategori : Berita
0
Hampir Seluruh Tubuh Gunung Anak Krakatau Kawasan Rawan Bencana

Peta kawasan rawan bencana Gunung Anak Krakatau. FOTO: VSI.ESDM.GO.ID

Darilaut – Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, telah dinaikkan menjadi siaga atau level III.

Peta Badan Geologi menunjukkan hampir seluruh tubuh Gunung Anak Krakatau yang berdiameter ± 2 Km merupakan kawasan rawan bencana.

Berdasarkan data-data visual dan instrumental potensi bahaya dari aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini adalah lontaran material pijar dalam radius 2 km dari pusat erupsi. Namun kemungkinan lontaran akan menjangkau jarak yang lebih jauh.

Sedangkan sebaran abu vulkanik tergantung dari arah dan kecepatan angin dapat menjangkau kawasan yang lebih jauh.

Gunung Anak Krakatau yang berada di kawasan Selat Sunda, secara geografis terletak pada posisi 06o06’05” LS dan 105o 25’ 22,3” BT.

Sejak kelahiran Gunung Anak Krakatau pada Juni 1927, hingga saat ini, erupsi berulang kali terjadi. Sehingga Gunung Anak Krakatau tumbuh semakin besar dan tinggi.

Sesudah erupsi yang terjadi pada tanggal 22 Desember 2018, kemudian kolapsnya tubuh bagian barat daya dari Gunung Anak Krakatau, tingginya saat ini sekitar 150 mdpl.

Karakter letusan Gunung Anak Krakatau berupa erupsi eksplosif dan erupsi efusif dengan waktu istirahat letusannya berkisar antara 1– 6 tahun.

Erupsi-erupsi ini menghasilkan abu vulkanik dan lontaran lava pijar, serta aliran lava.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Badan GeologiGunung Anak KrakatauProvinsi LampungPVMBGSelat Sunda
Bagikan21Tweet2KirimKirim
Previous Post

Gunung Anak Krakatau Siaga, Dilarang Dekati Kawah Aktif Radius 5 km

Next Post

Bibit Siklon Tropis 98S Berada di Timur Kepulauan Cocos (Keeling)

Postingan Terkait

UTBK-SNBT 2026 di UNG Berlangsung di Kota Gorontalo dan Bone Bolango

UTBK-SNBT 2026 di UNG Berlangsung di Kota Gorontalo dan Bone Bolango

22 April 2026
Bawa Sampel Tanah Dari Buol Imigrasi Gorontalo Deportasi 4 WNA Asal Cina

Bawa Sampel Tanah Dari Buol Imigrasi Gorontalo Deportasi 4 WNA Asal Cina

22 April 2026

20.000 Pelaut dan 2.000 Kapal Masih Terdampar di Selat Hormuz

Hari Bumi Sebagai Pengingat Cara Mengatasi Krisis Lingkungan

5.504 Peserta Mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNG

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

Warek UNG: Pengawas Kunci Menjaga Integritas UTBK-SNBT

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

Next Post
Bibit 98S Berpotensi Menjadi Siklon Tropis di Samudra Hindia

Bibit Siklon Tropis 98S Berada di Timur Kepulauan Cocos (Keeling)

Komentar tentang post

TERBARU

UTBK-SNBT 2026 di UNG Berlangsung di Kota Gorontalo dan Bone Bolango

Bawa Sampel Tanah Dari Buol Imigrasi Gorontalo Deportasi 4 WNA Asal Cina

20.000 Pelaut dan 2.000 Kapal Masih Terdampar di Selat Hormuz

Hari Bumi Sebagai Pengingat Cara Mengatasi Krisis Lingkungan

5.504 Peserta Mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNG

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

Indonesia Komitmen Bekerja Sama Dengan FAO

Sebatik, Paguyaman Pantai, Natuna Sudah Mempraktikkan Aplikasi Nelayan Nusantara

Ikan Raja Laut Coelacanth Lebih Tua dari Dinosaurus

Neville Bergerak Sebagai Badai Kategori 4 di Samudra Hindia

Tenaga Kependidikan UNG Raih Gelar Doktor Administrasi Publik

Menangkap Tuna Sambil Bermain Layang-layang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.