“Kegiatan ini bukan sekadar agenda formal akademik, tetapi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mendengarkan, bertanya, dan berpikir kritis mengenai masa depan hubungan Australia dan Indonesia,” ujarnya.
Harto mengatakan hubungan kedua negara tidak hanya berbicara tentang diplomasi tingkat tinggi, tetapi juga mencakup peluang beasiswa, mobilitas akademik, riset kolaboratif, pembangunan berkelanjutan, kesehatan masyarakat, hingga isu perubahan iklim yang semakin relevan bagi generasi muda saat ini.



