Herbarium sebagai koleksi ilmiah dilengkapi dengan data-data penting mengenai tumbuhan seperti data taksonomi, morfologi, ekologi, dan geografi, ujar Wahyudi.
Fungsinya, mencakup pelayanan publik, pusat pangkalan data keanekaragaman flora di wilayah kerjanya, serta pusat kegiatan penelitian.
Tujuannya, kata Wahyudi, untuk mengungkap keanekaragaman jenis, kekerabatannya, persebaran, habitus, ekologi, dan potensi tumbuhan tersebut.
Proses registrasi, penggarangan, pengeplakan, pembekuan, digitalisasi dan penyelipan spesimen, merupakan tahapan-tahapan yang harus dilakukan apabila spesimen tersebut akan disimpan di Herbarium Bogoriense.
Wahyudi menjelaskan koleksi Herbarium Bogoriense berasal dari wilayah Indonesia dan koleksi hadiah dari beberapa herbaria di luar negeri.
Koleksi-koleksi tersebut menjadi sumber acuan bagi peneliti taksonomi yang memfokuskan penelitiannya di kawasan Malesia seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan sebagainya.
Pemanfaatan koleksi sebagai sumber data dalam penelitian ilmiah yang meliputi taksonomi, ekologi, etnobotani, fitokimia, evolusi, dan lain-lain. Dasar pendeskripsian jenis baru beserta ilustrasinya, data konservasi, serta penentuan status kelangkaan.
Sebagai informasi persebaran keanekaragaman hayati, rujukan/ acuan dalam membantu identifikasi tumbuhan. Di samping itu juga sebagai sarana peningkatan kapasitas kompetensi SDM, kata Wahyudi.




