Hujan Lebat di Tengah El Niño Sangat Kuat

Kondisi curah hujan. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan untuk mewaspadai peningkatan potensi hujan di tengah El Niño sangat kuat yang masih berlangsung.

Dalam sepekan ke depan, dinamika atmosfer Indonesia masih dipengaruhi oleh fenomena El Niño sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang secara umum cenderung mengurangi potensi pembentukan awan hujan di sebagian wilayah.

Meskipun demikian, menurut Direktorat Meteorologi Publik BMKG, aktivitas gelombang atmosfer dan kondisi atmosfer regional masih berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

BMKG mencatat hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem terpantau di sejumlah wilayah Indonesia selama periode 1–4 November 2026. Curah hujan harian tertinggi tercatat di Jawa Timur sebesar 358 mm/hari, diikuti Bali (300 mm/hari), Aceh (167 mm/hari), dan Kalimantan Barat (101 mm/hari).

Selain itu, kata BMKG, hujan lebat juga terpantau di sejumlah wilayah lainnya, antara lain Sumatera Utara, Bengkulu, Sulawesi Selatan, Papua Selatan, Sumatera Barat, dan Sulawesi Barat.

Pada periode yang sama, angin dengan kecepatan mencapai 35 knot teramati di Lampung, sementara laporan kejadian angin kencang juga tercatat di Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan

Dinamika atmosfer regional dan lokal masih dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Interaksi berbagai faktor tersebut menyebabkan potensi hujan signifikan tetap perlu diantisipasi selama sepekan ke depan, bersamaan dengan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah yang masih mengalami kondisi kering.

Dinamika atmosfer sepekan ke depan, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan berada pada fase 2 hingga fase 3 atau di sekitar Samudra Hindia, dengan aktivitas MJO secara spasial diprakirakan aktif di Kalimantan bagian selatan, Sulawesi bagian tengah hingga selatan, Maluku, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Sementara itu, gelombang ekuatorial Rossby diprakirakan aktif di sebagian Sumatera bagian utara hingga tengah dan Maluku Utara, sedangkan gelombang Kelvin berpotensi aktif di Sumatera bagian utara hingga tengah, Kalimantan bagian utara hingga tengah, Sulawesi bagian utara, dan Maluku Utara.

Aktivitas gelombang tersebut, disertai pola perlambatan dan pertemuan angin (konvergensi) di sejumlah wilayah, dapat mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama dengan dukungan kelembapan udara yang tinggi dan kondisi atmosfer yang labil.

Exit mobile version