Darilaut – Indonesian Humanitarian Coordination Platform (IHCP) menyebutkan kerusakan pada bangunan rumah serta fasilitas umum akibat gempa dahsyat magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pagi.
Termasuk kerusakan yang dilaporkan di terminal penumpang Pelni di Maumere, kata IHCP, materi visual yang dibagikan warga juga menampilkan evakuasi dan kemungkinan runtuhan batu akibat gempa.
Dalam laporan awal ”Gempa Bumi dan Tsunami – Flores dan daerah sekitarnya, Indonesian Humanitarian Coordination Platform, Flash Update No. 1” belum ada data resmi terkonsolidasi yang tersedia untuk korban meninggal, korban luka, pengungsi, dan bangunan rusak.

Untuk itu, anggota IHCP disarankan melakukan verifikasi dampak, kepulangan yang aman (dari evakuasi), keselamatan struktural, pemantauan perlindungan, dan penilaian kebutuhan kemanusiaan.
IHCP mencatat guncangan kuat diperkirakan mencapai hingga VII MMI di beberapa bagian Nagekeo dan Ngada. Guncangan dilaporkan dirasakan di seluruh Flores dan di beberapa bagian Sumba, Adonara, dan Solor.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan Pemutakhiran Peringatan Tsunami PD-4, secara resmi mengakhiri peringatan tsunami untuk seluruh wilayah Indonesia. Peringatan tersebut aktif selama sekitar dua jam 33 menit.



