Darilaut – Di musim-musim tertentu, ikan hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo, sangat melimpah. Nelayan yang berada di pesisir Teluk Tomini tersebut sering membuang hasil tangkapannya karena terlalu banyak.
Karena itu, Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memberikan transfer ilmu dan teknologi pengolahan hasil perikanan, seperti ikan rucah dan tuna di Desa Tihu Kecamatan Bone Pantai Kabupaten Bone Bolango. Lokasi ini berbatasan langsung dengan perairan Teluk Tomini.
“Ikan rucah bila diolah dengan baik dan dijadikan produk yang menarik seperti yang mereka lihat di TV, dijamin produk akan disukai oleh anak-anak dan semua kalangan, tentunya juga menjadi peluang bisnis olahan ikan bagi masyarakat Desa Tihu,” kata ketua tim pelaksana pelatihan pengolahan hasil perikanan Dr Femy Sahami, Kamis (23/7).
Menurut Kepala Desa Tihu, Harun Tahidji, pada musim-musim tertentu tangkapan ikan rucah sangat melimpah, dan bahkan sering terbuang sia-sia. Di sisi lain, di desa masih terdapat kasus stunting.
Direktur Pascasarjana UNG Prof Asna Aneta, mengatakan, melalui kegiatan ini permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Tihu dapat teratasi. Selain itu, pengabdian di wilayah pesisir Teluk Tomini merupakan salah satu wujud implementasi visi Rektor UNG.
Menurut Asna, manfaat lain kegiatan pelatihan adalah adanya transfer ilmu dan teknologi. Selanjutnya dapat diaplikasikan dan dikembangkan oleh masyarakat.
Produk ini dapat menjadi alternatif untuk ketahanan pangan dalam menghadapi masa pandemi Covid-19, serta menjadi alternatif mata pencaharian tambahan bagi masyarakat jika dikelola dengan baik. Dengan demikian, dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
Selain sumber pangan yang sehat dan bergizi, diversifikasi produk perikanan juga mampu menambah masa simpan dan nilai jual. Sehingga bisa menjadi alternatif pendapatan saat musim paceklik, di mana laut tidak bersahabat bagi nelayan.*
