Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur juga diprediksi aktif melintasi wilayah Aceh, Kalimantan Barat bagian utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.
Gelombang Rossby Ekuatorial yang berpropagasi ke arah barat diprakirakan aktif di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.
Aktivitas Gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG) juga diperkirakan aktif di wilayah Aceh bagian utara. Aktivitas MJO dan gelombang-gelombang atmosfer tersebut dapat membantu meningkatkan suplai uap air dan mendukung proses pembentukan awan hujan di wilayah yang dilaluinya.
Analisis iklim terkini BMKG juga menunjukkan sebagian wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau dan sebagian yang lain berada pada periode peralihan.
Kondisi tersebut diindikasikan dengan tutupan awan yang minim sejak pagi hingga tengah hari yang memicu pemanasan permukaan bumi secara intens.
Hal ini berimplikasi pada peningkatan suhu udara maksimum yang melampaui 35,0°C di wilayah Aceh, Riau, Bali, sebagian besar pulau Kalimantan, Sulawesi Tengah, Papua Barat, hingga Jawa Timur pada periode 21 – 24 Mei 2026.
Pada wilayah yang masih berada pada periode peralihan, akumulasi panas dari pagi hingga siang hari ini menyebabkan proses konveksi yang memicu ketidakstabilan atmosfer sehingga terbentuk awan hujan pada sore dan malam hari.




