Selama periode Hari Raya Idul Fitri, sejumlah fenomena atmosfer diprediksi masih aktif, antara lain Monsun Asia, Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta potensi bibit siklon atau siklon tropis khususnya di wilayah selatan Indonesia.
BMKG mengingatkan adanya potensi peningkatan intensitas curah hujan terutama pada minggu ke-4 Februari hingga minggu ke-2 Maret 2026.
Untuk periode 1-31 Maret 2026, kondisi cuaca diperkirakan didominasi berawan hingga hujan sedang.
• 1-10 Maret 2026: hujan ringan hingga sedang masih dominan, dengan peluang hujan lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Papua Tengah, dan Papua.
• 11-20 Maret dan 21–30 Maret 2026: Cuaca relatif serupa, didominasi hujan ringan hingga sedang.
BMKG menegaskan bahwa prakiraan akan terus diperbarui berdasarkan analisis dan data terkini.
Pada Maret 2026, potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) perlu diwaspadai di kawasan Sumatera Barat, Samudra Hindia, Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, Papua hingga Pasifik Utara.
Dampak yang dapat ditimbulkan antara lain turbulensi dan petir pada rute penerbangan, serta hujan lebat, badai guntur, wind gust, dan wind shear di area bandara (aerodrome).
BMKG juga mengingatkan potensi banjir rob pada Maret 2026 akibat kombinasi fase Bulan Baru pada 19 Maret 2026 dan fase Perigee pada 22 Maret 2026 yang dapat meningkatkan ketinggian pasang air laut.




