Laporan ini menyoroti bahwa solusi berbasis alam juga dapat memainkan peran mitigasi penting lainnya – dengan menghilangkan atau mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari pembangunan dan pengoperasian infrastruktur konvensional – atau “abu-abu” yang baru.
Atap hijau, misalnya, telah menggandakan umur atap di bandara Chicago O’Hare, sehingga mengurangi kebutuhan akan perbaikan dan penggantian.
Terlebih lagi, karena infrastruktur berbasis alam menurut definisinya mencakup manfaat bagi alam, maka hal ini dapat membantu menghentikan dan membalikkan hilangnya alam.
Solusi berbasis alam untuk mengelola vegetasi di bawah jalur transmisi di Belgia, misalnya, telah berhasil meningkatkan keanekaragaman hayati dan akan mengurangi biaya pemeliharaan sebesar 1,5 hingga 4 kali lipat selama periode 30 tahun.
Laporan ini bertujuan untuk mendukung upaya meningkatkan penggunaan solusi berbasis alam sebagai komponen kunci sistem infrastruktur berkelanjutan.
Selain memetakan manfaatnya, laporan menyajikan hambatan-hambatan utama dalam penerapan solusi infrastruktur berbasis alam. Kemudian, memperkenalkan beberapa rekomendasi mengenai apa yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut.
Rekomendasi utama, perlunya kolaborasi interdisipliner dan lintas sektoral oleh para pembuat kebijakan dan praktisi untuk mengintegrasikan alam ke dalam perencanaan dan perancangan infrastruktur “arus utama”.




