Laporan ini menemukan bahwa dampak terbesar pada SDGs dicapai ketika solusi berbasis alam dipadukan dengan aset infrastruktur yang dibangun. Jika digabungkan, ketiga hal tersebut mempengaruhi hingga 95% dari seluruh target SDG.
Sehubungan dengan Kerangka Keanekaragaman Hayati Global, infrastruktur berbasis alam dapat mempengaruhi tiga dari empat tujuan jangka panjang dan 70% dari 23 target.
Para penulis juga menekankan kontribusi utama solusi infrastruktur berbasis alam terhadap tujuan mitigasi dan adaptasi dalam Perjanjian Paris.
Solusi infrastruktur berbasis alam dapat berkontribusi terhadap adaptasi iklim dengan melindungi masyarakat dan infrastruktur dari dampak perubahan iklim, serta mendukung hasil adaptasi nasional secara lebih luas, dengan menciptakan perekonomian, masyarakat, dan ekosistem yang lebih tangguh.
Laporan tersebut menjelaskan, misalnya, bagaimana pemulihan terumbu karang, mangrove (hutan bakau), dan vegetasi garis pantai lainnya telah membantu memberikan perlindungan terhadap banjir. Selain itu, peluang mata pencaharian bagi lebih dari 8.600 orang di Dar es Salaam, Tanzania, yang memiliki infrastruktur publik dan swasta senilai USD 5,3 miliar.
Infrastruktur berbasis alam menawarkan berbagai manfaat mitigasi, termasuk layanan penyerapan karbon dan menghindari perubahan penggunaan lahan.




