Kamis, September 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ini 5 Alasan Mengapa Kesehatan Tanah Menurun di Seluruh Dunia

redaksi
10 Desember 2024
Kategori : Berita, Iklim
0
BMKG: Kombinasi El Nino dan IOD Positif Picu Kekeringan di Indonesia

Ilustrasi kekeringan. FOTO: DARILAUT.ID

Penggunaan pupuk yang berlebihan mengganggu keseimbangan nutrisi, sedangkan pestisida membahayakan organisme tanah yang bermanfaat, seperti cacing tanah dan jamur. Logam berat, seperti timbal dan merkuri, menumpuk di tanah, mengganggu aktivitas mikroba dan penyerapan nutrisi tanaman.

Mengurangi polusi, meminimalkan penggunaan bahan kimia, dan mempromosikan pertanian organik dapat memulihkan vitalitas tanah.

5. Diet dan Nutrisi

Pilihan diet dan nutrisi dunia saat ini secara signifikan memengaruhi kesehatan tanah melalui praktik pertanian yang digunakan untuk menghasilkan makanan. Diet yang bergantung pada tanaman pokok, seperti gandum, jagung, dan beras, sering mempromosikan pertanian monokultur intensif. Praktik ini menghabiskan nutrisi tanah, mengurangi bahan organik, dan menyebabkan pemadatan dan erosi.

Demikian pula makanan tinggi produk hewani, terutama daging sapi, meningkatkan penggunaan lahan untuk penggembalaan dan tanaman pakan. Penggembalaan berlebihan oleh ternak memperburuk pemadatan dan erosi tanah.

Transisi ke pola makan nabati yang beragam dapat mengurangi permintaan untuk pertanian intensif. Dengan menyelaraskan kebiasaan diet dengan praktik pertanian berkelanjutan, negara-negara dapat meningkatkan kesehatan tanah dan memastikan ketahanan pangan jangka panjang.

Halaman 4 dari 4
Sebelumnya1...34
Tags: Degradasi LahanKesehatan TanahPBBTanahUNEP
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

UNG Kerja Sama Dengan Badan POM RI Untuk Program Pangan Aman

Next Post

DPRD Kota Gorontalo Tetapkan 6 Perda, Salah Satunya Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau

Postingan Terkait

Badai Tropis Jangmi Terbentuk di Laut Filipina, Dekat Yap

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

17 September 2026
Api Menghanguskan Zamrud Khatulistiwa Kepulauan Nusantara

Api Menghanguskan Zamrud Khatulistiwa Kepulauan Nusantara

17 September 2026

Asia dan Afrika Paling Terdampak Bencana Air, Sungai mengering dengan Kondisi Tak Wajar

Paus Sperma Betina Panjang Hampir 10 Meter Mati Terdampar di Pulau Ternate

Instruktur Selam Pemanah Penyu di Raja Ampat Ditangkap, SSI Mengecam Perlakuan Buruk Terhadap Biota Laut

Temperatur Magma Anak Krakatau Lebih Dari 900°C

Gunung Anak Krakatau Lahir 1927 Memiliki Kedalaman Dapur Magma Lebih Dari 7 Km

Magma Gunung Anak Krakatau Lebih Basaltik dan Panas

Next Post
DPRD Kota Gorontalo Tetapkan 6 Perda, Salah Satunya Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau

DPRD Kota Gorontalo Tetapkan 6 Perda, Salah Satunya Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau

TERBARU

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

Api Menghanguskan Zamrud Khatulistiwa Kepulauan Nusantara

Asia dan Afrika Paling Terdampak Bencana Air, Sungai mengering dengan Kondisi Tak Wajar

Paus Sperma Betina Panjang Hampir 10 Meter Mati Terdampar di Pulau Ternate

Instruktur Selam Pemanah Penyu di Raja Ampat Ditangkap, SSI Mengecam Perlakuan Buruk Terhadap Biota Laut

Temperatur Magma Anak Krakatau Lebih Dari 900°C

AmsiNews

REKOMENDASI

Perubahan Iklim Global Berimbas Naiknya Permukaan Laut

Dalam Tiga Tahun KLHK Berhasil Membawa 550 Kasus ke Pengadilan

Lebih Dari 2 Ribu Aktivis Lingkungan Terbunuh di Seluruh Dunia

Depresi Tropis Asani Mendarat di Pantai Myanmar

Indonesian Olympiad Of Science 2025, Mahasiswa Teknik Geologi UNG Raih 57 Penghargaan

Cara Aman Kembali Bekerja di Masa Pandemi Virus Corona

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.