“Di saat saya bisa (berpikiran) positif dan saya mulai semangat untuk sembuh, saya di dalam isolasi saya melakukan yoga, olahraga sedikit-sedikit, saya menari, saya nyanyi, semua saya lakukan aktif,” katanya.
Sita mendapat dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat. Banyak yang akhirnya membujuk Sita untuk membuat sebuah kampanye positif kepada orang-orang agar tidak panik dan dapat melakukan upaya pencegahan Covid-19.
Bagi Sita bentuk dukungan itu menjadi penting. Sita tidak bisa terus menerus mengurung diri dan membiarkan stres menguasai dirinya.
Lantas, atas saran dari keluarga yang diterima Sita justru berdampak sangat baik. Berangsur-angsur mulai bangkit dan menegakkan pemulihan kesehatan.
“Tapi emang kemudian saya bisa ambil positifnya, karena memang dari dukungan keluarga yang bilang, Ok, Sita ini sudah terlanjur semua orang tahu kita gunakan ini positive campaign, untuk mengurangi kepanikan di masyarakat. Baru, akhirnya saya bisa mengaktifkan kembali sosial media saya dan saya ubah mindset saya untuk melakukan hal yang positif terus, gitu bagi keluarga, maupun ya bangsa Indonesia,” kata Sita.
Segala upaya dilakukan Sita demi menang melawan virus yang dia dapatkan dari kasus impor atau imported case. Dengan selalu berpikiran positif dan semangat yang tinggi serta dukungan dari orang-orang terdekat, akhirnya Sita mampu menaklukan virus yang menginfeksi tubuhnya.





Komentar tentang post