Darilaut – Situasi di Selat Malaka dan Singapura (SOMS) menunjukkan peningkatan insiden kapal yang signifikan.
ReCAAP ISC (Regional Cooperation Agreement on Combating Piracy and Armed Robbery against Ships in Asia – Information Sharing Centre) mencatat total 132 insiden yang dilaporkan selama Januari – Desember 2025.
Dalam laporan tahunan ReCAAP ISC atau Pusat Berbagi Informasi – Perjanjian Kerja Sama Regional tentang Pemberantasan Pembajakan dan Perampokan Bersenjata terhadap Kapal di Asia, situasi di di Selat Malaka dan Singapura mencakup 82% dari insiden yang dilaporkan di Asia dan tetap menjadi area utama yang perlu diperhatikan.
Meskipun situasi di Selat Malaka dan Singapura membaik pada kuartal ke-4, jumlah insiden secara keseluruhan di Asia selama Januari hingga Desember 2025 (132 insiden) merupakan peningkatan yang substansial dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, ketika 107 insiden dilaporkan.
Dari 108 insiden di di Selat Malaka dan Singapura, 104 insiden terjadi di jalur arah timur dari Skema Pemisahan Lalu Lintas (TSS), dua insiden di jalur arah barat dari TSS, dan dua insiden di area pencegahan TSS. Yang perlu diperhatikan, konsentrasi insiden yang tinggi di Selat Phillip merupakan hal yang perlu diperhatikan.




