Darilaut – Intensitas Badai Tropis Parah (Severe Tropical Storm) telah membentuk menjadi topan (Typhoon) yang kuat, pada Sabtu (10/9).
Topan Muifa dengan nama Filipina “Inday” saat ini berada di atas Laut Filipina, Samudra Pasifik Barat, bergerak secara umum ke arah barat laut hingga Senin menuju perairan di timur Taiwan.
Buletin PAGASA (Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration atau Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina) yang dikeluarkan Sabtu pukul 11.00 waktu setempat, menginformasikan topan kemungkinan akan melambat sepanjang periode perkiraan dan bahkan mungkin mencapai keadaan quasi-stasioner pada hari Selasa.
“Pada hari Rabu, Inday mungkin mulai melayang perlahan ke utara timur laut atau ke utara di atas Laut Cina Timur. Pada perkiraan lintasan, Inday dapat keluar dari Area Tanggung Jawab Filipina (PAR) dan melewati dekat Kepulauan Miyako atau Yaeyama pada Selasa malam atau Rabu pagi,” tulis PAGASA.
Menurut PAGASA Intensifikasi akan berlanjut hingga hari Minggu atau Senin, saat Inday bergerak ke arah barat laut di atas Laut Filipina.
Kekuatan angin berkelanjutan maksimum 120 km per jam di dekat pusat dan hembusan angin hingga 150 km per jam, kata PAGASA.
Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC) Topan Muifa terletak 667 km selatan-barat daya Pangkalan Udara Kadena. Selama enam jam terakhir, sistem ini telah bergerak ke barat laut dengan kecepatan 15 km per jam (8 knot) selama 6 jam terakhir.
Karena lingkungan yang menguntungkan, topan Muifa yang bergerak ke arah barat laut secara bertahap akan meningkatkan intensitas menjadi 140 km per jam (75 knot) dalam 12 jam, selanjutnya 165 km per jam (90 knot) dalam 24 jam.
Dalam 36 jam, Muifa akan mulai melambat dan membentuk postur kuasi-stasioner saat punggungan subtropis di timur laut terbentuk di utara.
Prediksi JTWC, topan Muifa akan terus meningkatkan intensitas hingga 185 km per jam (100 knot) dan mencapai intensitas puncaknya 205 km per jam (110 knot) dalam dua hari.
Pergerakan yang lambat dan peningkatan intensitas akan menyebabkan upwelling yang akan menjadi salah satu faktor penyebab penurunan intensitas antara 72 dan 100 jam knot saat sistem berbelok ke utara.
Intensitas secara bertahap akan berkurang menjadi 150 km per jam (80 knot) dalam empat hari dan 120 km per jam (65 knot) dalam 5 hari saat Muifa bergerak ke area dengan arus keluar yang lebih rendah dan suhu permukaan laut yang sedikit lebih dingin.
Badan Meteorologi Jepang, Japan Meteorological Agency (JMA) juga telah mengeluarkan informasi detail Muifa Sabtu pada pukul 12.00 waktu setempat. Kondisi aktual saat ini Muifa telah membentuk menjadi kekuatan angin topan yang kuat.
Pergerakan Mufia ke barat laut dengan kecepatan 20 km per jam (10 knot) dan tekanan udara pusat975 hPa. Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di utara 280 km (150 NM) dan selatan 220 km (120 NM), kata JMA.
Prediksi JMA tanggal 11 hingga 15 September kekuatan Muifa masih bertahan sebagai angin topan yang kuat.
Pada Kamis (15/9) jari-jari lingkaran Muifa diperkirakan 520 km (280 NM) dan peringatan angin dahsyat di seluruh area 650 km (350 NM).
Sumber: PAGASA/Filipina, Zoom.earth/JTWC, dan Badan Meteorologi Jepang/JMA
