Intensitas Bibit Siklon Tropis 93S di Selatan Jawa Diperkirakan Meningkat Pekan Ini

Ilustrasi bibit siklon tropis. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Intensitas bibit siklon tropis 93S (Tropical Low 03U) di selatan Jawa, Samudra HIndia, diperkirakan akan meningkat pekan ini.

Hasil analisis Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) menunjukkan lingkungan yang sedikit menguntungkan untuk perkembangan dengan aliran keluar tingkat atas ke arah kutub yang cukup baik, geser angin rendah (5 hingga 10 knot), dan suhu permukaan laut yang hangat (28 hingga 29°C).

Dalam 24 jam ke depan, Bibit Siklon Tropis 93S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia.

Dampak hari ini Senin (15/12), menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), berupa hujan sedang – lebat di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, sedangkan angin kencang di wilayah Jawa Timur dan Bali.

Tinggi Gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di wilayah Selat Sunda bagian selatan, Samudra Hindia selatan Jawa hingga Pulau Sumba, perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumba, dan Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan, kata BMKG.

Menurut JTWC sistem ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.

Kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan sekitar 30–35 km/jam (15–20 knot). Tekanan permukaan laut minimum diperkirakan mendekati 1004 hPa (hektopaskal), kata JTWC.

Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan intensitas Bibit Siklon Tropis 93S intensitasnya diprakirakan persisten yang ditandai dengan kecepatan angin maksimum 20 knot di kuadran barat daya hingga timur laut dengan pergerakan cenderung stasioner ke arah barat – barat laut.

Dalam 48 – 72 jam ke depan intensitas sistem diprakirakan akan meningkat dengan pergerakan ke arah barat laut, kata BMKG.

Potensi Bibit Siklon Tropis 93S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 – 72 jam ke depan dalam kategori peluang Rendah.

Biro Meteorologi Australia (BOM) mengatakan 03U perlahan terbentuk di selatan Indonesia, mungkin berkembang, akan tetapi tetap jauh dari pantai Western Australia (WA).

03U diperkirakan akan bergerak ke arah barat hingga barat daya dan berkembang perlahan, kata BOM.

Sistem ini memiliki peluang Rendah (5-15%) untuk berkembang menjadi siklon tropis mulai Selasa (16/1), dan meningkat menjadi Sedang (25%) pada hari Kamis (18/12).

BMKG mengatakan Bibit Siklon Tropis 93S mulai terbentuk pada 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB di Samudra Hindia sebelah selatan Bali-Nusa Tenggara Barat.

Pada Minggu (14/12) pukul 19.00 WIB sistem ini masih berada di dalam Area of Monitoring (AoM) Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta.

Kecepatan angin maksimum terpantau di sekitar sistem yaitu 20 knot (37 km per jam) dengan tekanan minimum sekitar 1004 hPa, kata BMKG.

Berdasarkan pengamatan BMKG melalui citra satelit 12 jam terakhir, aktivitas konvektif terpantau melengkung dan memanjang dari barat hingga timur namun area deep convection maupun dense overcast belum terbentuk.  

Analisis angin per lapisan, teridentifikasi sirkulasi siklonik dari lapisan permukaan hingga 700 hPa, sementara pada lapisan 500 hPa sirkulasi terlihat melebar ke tenggara dibandingkan sirkulasi di lapisan bawahnya.

Bibit Siklon Tropis 93S didukung oleh aktifnya gelombang low frequency di sekitar sistem, suhu permukaan laut hangat (28 – 3029°C), wind shear dalam kategori rendah (5 – 15 knot), serta vortisitas cukup kuat dari lapisan permukaan hingga menengah.

Adapun kondisi yang kurang mendukung pertumbuhan sistem yaitu kelembaban udara di sekitar sistem yang cukup kering dari lapisan 800 hPa hingga lapisan 200 hPa, konvergensi dan divergensi yang masih lemah serta belum adanya inflow angin yang kuat menuju sistem, kata BMKG.

Exit mobile version