Darilaut – Intensitas Siklon Tropis Bakung saat ini berada pada kategori 3 atau setara topan di Samudra Hindia, di barat-barat laut Kepulauan Cocos (Keeling).
Meski menjauh dari wilayah Indonesia, Siklon Tropis Bakung dapat memberikan dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan, pada Senin (15/12).
Dampak terhadap wilayah di Indonesia, berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Bengkulu dan Lampung.
Angin kencang di wilayah Bengkulu dan Lampung, kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Untuk wilayah perairan, menurut BMKG, tinggi gelombang 1,25 – 2,5 meter (Moderate Sea) di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias hingga Lampung.
Pada Sabtu (14/12) malam Bakung bergerak ke wilayah tanggung jawab Australia. Sistem ini dengan intensitas kategori 3, berjarak 690 kilometer barat laut Kepulauan Cocos (Keeling)
Angin berkelanjutan di dekat pusat 120 kilometer per jam dengan hembusan angin hingga 165 kilometer per jam, kata Biro Meteorologi Australia (BOM).
BOM memperkirakan sistem ini akan melemah pada hari Senin. Bakung telah bergerak menuju barat daya dan mulai melambat karena berinteraksi dengan tekanan rendah tropis (Bibit Siklon Tropis 92S) di timur laut.
Bakung mungkin berbalik arah ke timur pada hari Senin, akan tetapi ada ketidakpastian pada pergerakannya.




