Selasa, Oktober 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Intensitas Topan Halong Menguat di Selatan Barat Daya Tokyo

redaksi
8 Oktober 2025
Kategori : Berita
0
Intensitas Topan Halong Menguat di Selatan Barat Daya Tokyo

Topan Halong menguat di selatan barat daya Tokyo, Jepang, pada Rabu (8/10) pagi. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Intensitas topan (typhoon) Halong telah menguat di selatan barat daya Tokyo atau timur tenggara Kagoshima, Jepang, pada Rabu (8/10) pagi. Berdasarkan trek lintasan, topan ini diperkirakan akan tetap berada di laut.

Halong telah meningkat menjadi Topan yang Sangat Kuat (Very Strong Typhoon), menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA).

Analisis Observatorium Hong Kong (HKO) pada Rabu pukul 02.00 topan Halong telah menguat menjadi Topan Super (Super Typhoon).

Pada Selasa malam, kata HKO, topan Halong menguat menjadi topan dahsyat. Sistem ini berada 870 kilometer di selatan-barat daya Tokyo dengan kecepatan sekitar 15 kilometer per jam.

Sistem ini kemudian menguat menjadi topan super Rabu pagi. Halong berada sekitar 800 kilometer di selatan-barat daya Tokyo dan bergerak dengan kecepatan sekitar 15 kilometer per jam.

Menurut JMA, Halon mengarah ke utara barat-laut dengan kecepatan 15 km per jam (7 knot).

Tekanan udara pada pusatnya 935hPa (hektopaskal), kata JMA.

Sistem ini mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 50 meter per detik (100 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 70 meter per detik (140 knot).

Badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di seluruh area 95 km (50 NM) dan angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di seluruh area 280 km (150 NM).

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Hong Kong ObservatoryJMAJTWCTokyoTopan Halong
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Dentuman di Langit Cirebon Akibat Meteor Besar Masuk Atmosfer

Next Post

Gorontalo Catat Inflasi 1,99 Persen di Bulan September 2025, Harga Pangan Masih Jadi Pemicu Utama

Postingan Terkait

Sorgum Berpeluang Dikembangkan pada Beragam Produk Pangan

Sorgum Berpeluang Dikembangkan pada Beragam Produk Pangan

6 Oktober 2026
Tanaman Sorgum untuk Pangan Berkelanjutan

Tanaman Sorgum untuk Pangan Berkelanjutan

6 Oktober 2026

Badai Tropis Koguma Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Typhoon Nolo Continues Moving Toward Eastern Japan

Topan Nolo Terus Bergerak Menuju Timur Jepang

Limbah Makanan Turut Memperparah Pemanasan Global

Limbah Makanan Penyumbang 10 Persen Total Emisi Gas Rumah Kaca

Choi-wan Rapidly Intensifies into a Super Typhoon Southeast of the Ogasawara Islands

Next Post
Gorontalo Catat Inflasi 1,99 Persen di Bulan September 2025, Harga Pangan Masih Jadi Pemicu Utama

Gorontalo Catat Inflasi 1,99 Persen di Bulan September 2025, Harga Pangan Masih Jadi Pemicu Utama

TERBARU

Sorgum Berpeluang Dikembangkan pada Beragam Produk Pangan

Tanaman Sorgum untuk Pangan Berkelanjutan

Badai Tropis Koguma Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Typhoon Nolo Continues Moving Toward Eastern Japan

Topan Nolo Terus Bergerak Menuju Timur Jepang

Limbah Makanan Turut Memperparah Pemanasan Global

AmsiNews

REKOMENDASI

Pantai Sepi, Jutaan Telur Penyu Lekang Menetas di India

Kerapu, Ikan Andalan Nelayan Pulau Liran yang Dijual ke Timor Leste

Belajar Mangrove di Matalalang, Bonus Sunset

Dampak Perubahan Iklim Semakin Parah

Mirip Peristiwa Aldi, Awak KM Aleluyah Dibantu Petugas di Guam

Mengapa Penyu Tak Bisa Membedakan Plastik dan Ubur-ubur?

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.