Kamis, Juli 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Intensitas Topan Halong Menguat di Selatan Barat Daya Tokyo

redaksi
8 Oktober 2025
Kategori : Berita
0
Intensitas Topan Halong Menguat di Selatan Barat Daya Tokyo

Topan Halong menguat di selatan barat daya Tokyo, Jepang, pada Rabu (8/10) pagi. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Intensitas topan (typhoon) Halong telah menguat di selatan barat daya Tokyo atau timur tenggara Kagoshima, Jepang, pada Rabu (8/10) pagi. Berdasarkan trek lintasan, topan ini diperkirakan akan tetap berada di laut.

Halong telah meningkat menjadi Topan yang Sangat Kuat (Very Strong Typhoon), menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA).

Analisis Observatorium Hong Kong (HKO) pada Rabu pukul 02.00 topan Halong telah menguat menjadi Topan Super (Super Typhoon).

Pada Selasa malam, kata HKO, topan Halong menguat menjadi topan dahsyat. Sistem ini berada 870 kilometer di selatan-barat daya Tokyo dengan kecepatan sekitar 15 kilometer per jam.

Sistem ini kemudian menguat menjadi topan super Rabu pagi. Halong berada sekitar 800 kilometer di selatan-barat daya Tokyo dan bergerak dengan kecepatan sekitar 15 kilometer per jam.

Menurut JMA, Halon mengarah ke utara barat-laut dengan kecepatan 15 km per jam (7 knot).

Tekanan udara pada pusatnya 935hPa (hektopaskal), kata JMA.

Sistem ini mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 50 meter per detik (100 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 70 meter per detik (140 knot).

Badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di seluruh area 95 km (50 NM) dan angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di seluruh area 280 km (150 NM).

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Hong Kong ObservatoryJMAJTWCTokyoTopan Halong
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Dentuman di Langit Cirebon Akibat Meteor Besar Masuk Atmosfer

Next Post

Gorontalo Catat Inflasi 1,99 Persen di Bulan September 2025, Harga Pangan Masih Jadi Pemicu Utama

Postingan Terkait

Mengenal Potensi Wisata Bawah Laut Botubolu’o di Kabupaten Gorontalo

Mengenal Potensi Wisata Bawah Laut Botubolu’o di Kabupaten Gorontalo

2 Juli 2026
Prodi Ilmu Kelautan UNG Terakreditasi Baik Hingga 2031

Program Agribisnis Perikanan UNG Perkuat Transformasi Akademik

2 Juli 2026

Iklim Musiman Global Juli-Agustus-September 2026: Perkembangan Cepat El Niño Kuat

Prakiraan Curah Hujan Global Juli-Agustus-September 2026

Ocean Calculator, Cara Mengukur Nilai Ekonomi Ekosistem Laut Secara Cepat Berbasis Data Ilmiah

Jejak Langkah di Pantai Botubolu’o, Surga Kecil di Pesisir Gorontalo

Depresi Tropis Akan Menguat di Laut Cina Selatan

Peneliti Beberapa Negara Akan Kolaborasi Riset Ikan Purba Raja Laut Coelacanth yang Ditemukan di Dekat Pulau Siladen

Next Post
Gorontalo Catat Inflasi 1,99 Persen di Bulan September 2025, Harga Pangan Masih Jadi Pemicu Utama

Gorontalo Catat Inflasi 1,99 Persen di Bulan September 2025, Harga Pangan Masih Jadi Pemicu Utama

TERBARU

Mengenal Potensi Wisata Bawah Laut Botubolu’o di Kabupaten Gorontalo

Program Agribisnis Perikanan UNG Perkuat Transformasi Akademik

Iklim Musiman Global Juli-Agustus-September 2026: Perkembangan Cepat El Niño Kuat

Prakiraan Curah Hujan Global Juli-Agustus-September 2026

Ocean Calculator, Cara Mengukur Nilai Ekonomi Ekosistem Laut Secara Cepat Berbasis Data Ilmiah

Jejak Langkah di Pantai Botubolu’o, Surga Kecil di Pesisir Gorontalo

AmsiNews

REKOMENDASI

Air Menjadi Sorotan di KTT iklim PBB

Sudah 20 Kapal Pinisi Sandar di Pelabuhan Gorontalo

Sulawesi Memiliki Lebih Dari 45 Segmen Sesar Aktif

Disepakati Kawasan Konservasi Hiu Paus di Bone Bolango

Dengan Konkit Biaya Operasional Melaut Lebih Irit

KRI Teluk Lada-521 Evakuasi Awak Kapal KM Mina Sejati

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.