Minggu, Agustus 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dentuman di Langit Cirebon Akibat Meteor Besar Masuk Atmosfer

redaksi
8 Oktober 2025
Kategori : Berita
0
Dentuman di Langit Cirebon Akibat Meteor Besar Masuk Atmosfer

Meteor melintas di langit Kuningan dan Cirebon, Jawa Barat, menyebabkan dentuman dan diperkirakan jatuh di wilayah Laut Jawa. GAMBAR: BMKG KERTAJATI/INSTAGRAM

Darilaut -Warga Cirebon dan Kuningan, Jawa Barat, dikejutkan oleh suara dentuman keras di langit, pada Minggu (5/10) malam, sekira pukul 18.30 WIB.

Analisis data yang sahih dapat disimpulkan fenomena dentuman tersebut terkait dengan meteor cukup besar yang memasuki atmosfer di wilayah udara sekitar Kuningan dan Cirebon.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan selain video ketampakan meteor ada juga data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cirebon yang merekam adanya getaran mulai pukul 18.39.

Berdasarkan waktu pengamatan dan data dari BMKG Cirebon, yang mendeteksi adanya getaran pada pukul 18.39:12 WIB dengan azimut 221, serta laporan adanya suara dentuman di beberapa titik, ”kami memperkirakan meteor berukuran cukup besar melintas dan menimbulkan gelombang kejut di atmosfer bagian bawah,” kata Thomas, Senin (7/10).

Menurut Thomas, fenomena bola api (fireball) tersebut terjadi ketika meteor memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi, lalu terbakar akibat gesekan udara.

Ketika meteor mencapai lapisan udara yang lebih padat, tekanan meteor berkecepatan tinggi tersebut menimbulkan gelombang kejut (shockwave) yang terdengar sebagai dentuman keras.

“Cahaya terang terlihat  sekitar pukul 18.35 WIB saat meteor terbakar di atmosfer. Beberapa saat setelahnya, gelombang kejut terdengar di wilayah Kuningan dan Cirebon yang terekam pada sensor BMKG pukul 18.39 WIB. Fenomena seperti ini lazim disebut meteor bollide atau bola api,” kata Thomas.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: AstronomiBRINCirebonMeteorProf Thomas Djamaluddin
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Puing Musala Al Khoziny Selesai Dibersihkan, 61 Orang Meninggal Dunia

Next Post

Intensitas Topan Halong Menguat di Selatan Barat Daya Tokyo

Postingan Terkait

IHCP Mencatat Kerusakan Bangunan Akibat Gempa Dahsyat M 7,7 di NTT

Gempa M 7,7 NTT Mengakibatkan 2403 Unit Rumah Rusak, Gempa Susulan 995 kali

16 Agustus 2026
Lebih Dari 1500 Bangunan Mengalami Kerusakan Akibat Gempa M 7,7 di NTT

Lebih Dari 1500 Bangunan Mengalami Kerusakan Akibat Gempa M 7,7 di NTT

16 Agustus 2026

SDN 11 Telaga Raih Juara Umum Pramuka

Gempa M 5,1 Guncang Manggarai NTT

462 Buildings Damaged and 47 People Dead Following Magnitude 7.7 Earthquake in East Nusa Tenggara

Gempa NTT,  462 Bangunan Rusak, 47 Orang Meninggal Dunia

Sejumlah Fasilitas Pendidikan Rusak Akibat Gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur

Gempa Teluk Tomini M 6,2 Dirasakan di Sulawesi Tengah, Gorontalo Hingga Kalimantan Timur

Next Post
Intensitas Topan Halong Menguat di Selatan Barat Daya Tokyo

Intensitas Topan Halong Menguat di Selatan Barat Daya Tokyo

TERBARU

Gempa M 7,7 NTT Mengakibatkan 2403 Unit Rumah Rusak, Gempa Susulan 995 kali

Lebih Dari 1500 Bangunan Mengalami Kerusakan Akibat Gempa M 7,7 di NTT

SDN 11 Telaga Raih Juara Umum Pramuka

Gempa M 5,1 Guncang Manggarai NTT

462 Buildings Damaged and 47 People Dead Following Magnitude 7.7 Earthquake in East Nusa Tenggara

Gempa NTT,  462 Bangunan Rusak, 47 Orang Meninggal Dunia

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa Haiti, Ratusan Orang Tewas dan Terluka

Belum Diketahui Cara Paus Paruh Blainville Berkembang Biak

250 Nelayan Madura Ikut Pendidikan Survival di Laut

Insiden Orca Dengan Kapal, Pemerintah Spanyol Buat Zona Larangan Berlayar

Disinformasi menyebar Setelah Gempa di Jepang, Media Sosial Perlu Sistem Identifikasi Informasi Palsu

21 Provinsi Telah Menetapkan Perda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.