“Salah satu misi dari IOC WESTPAC ini adalah mengoordinasikan kemajuan ilmu atau sains di bidang kelautan,” ujarnya.
Melalui IOC WESTPAC diharapkan negara-negara anggotanya mampu mengimplementasikan program yang tertuang dalam Decade of Ocean Science, sehingga pada 2030 nanti iptek di bidang kelautan mampu berkontribusi dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Menurut Udhi, untuk dapat mencapai tujuan yang tertuang dalam Decade of Ocean Science tersebut, Indonesia melalui BRIN akan berkolaborasi dengan beberapa negara anggota lainnya seperti Korea, China, dan Jepang untuk melakukan riset kelautan.
Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah meningkatkan kapasitas para periset di negara-negara anggota IOC melalui capacity development. Bentuk kerja sama riset kelautan dengan pihak China, berupa ekspedisi bidang fisika oceanografi di lautan lepas.
“Kita melakukan pengamatan atau observasi parameter-parameter fisika dan biogeokimia yang ada di samudera,” ujarnya.
Sedangkan kerja sama dengan pihak Jepang lebih fokus pada riset untuk mengamati keragaman hayati laut. Riset ini sangat penting untuk dilakukan mengingat secara geografis negara Indonesia sebagian besar wilayahnya berupa lautan, sehingga data keanekaragaman hayati laut mutlak diperlukan.





Komentar tentang post