Mengintegrasikan prinsip ekonomi sirkular ke dalam pendidikan anak usia dini dapat membantu membangun model ekonomi berkelanjutan berdasarkan minimalisasi limbah dan regenerasi sumber daya alam. Keluarga sebagai konsumen dan pendukung dapat mendorong transisi menuju ekonomi sirkular.
Melalui inisiatif keluarga dan komunitas, kita dapat mendorong aksi iklim melalui pendidikan, akses terhadap informasi, pelatihan dan partisipasi masyarakat.
Sejak tahun 1980-an, Perserikatan Bangsa-Bangsa mulai memusatkan perhatian pada isu-isu yang berkaitan dengan keluarga.

Pada tahun 1983, berdasarkan rekomendasi Dewan Ekonomi dan Sosial, Komisi Pembangunan Sosial dalam resolusinya tentang Peran keluarga dalam proses pembangunan (1983/23) meminta Sekretaris Jenderal untuk meningkatkan kesadaran di antara para pengambil keputusan dan masyarakat.
Dalam resolusinya 1985/29 tanggal 29 Mei 1985, Dewan mengundang Majelis Umum untuk mempertimbangkan kemungkinan untuk memasukkan dalam agenda sementara sesi keempat puluh satu item yang berjudul “Keluarga dalam proses pembangunan”.
Hal ini dengan maksud untuk mempertimbangkan dan meminta Sekretaris Jenderal memulai proses pengembangan kesadaran global mengenai isu-isu yang terlibat, yang ditujukan kepada pemerintah, organisasi antar pemerintah dan non-pemerintah serta opini publik.




