Sementara itu, pada dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah (HLS) penduduk usia 7 tahun pada tahun 2025 mencapai 13,18 tahun, meningkat tipis 0,01 tahun dibandingkan tahun 2024. Di sisi lain, rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan, yakni dari 8,29 tahun menjadi 8,38 tahun atau tumbuh sebesar 1,09 persen. Peningkatan ini mencerminkan semakin membaiknya capaian pendidikan masyarakat Gorontalo.
Dimensi standar hidup layak yang diukur melalui pengeluaran riil per kapita per tahun (yang disesuaikan) juga mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi. Pada tahun 2025, pengeluaran riil per kapita Provinsi Gorontalo mencapai 11,94 juta rupiah per tahun. Angka ini meningkat sebesar 398 ribu rupiah atau 3,45 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan adanya perbaikan daya beli dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Dilihat dari capaian di tingkat kabupaten/kota, terdapat empat daerah yang masuk kategori pembangunan manusia “tinggi” (IPM antara 70 hingga 80), yaitu Kota Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Pohuwato. Sementara itu, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo Utara masih berada pada kategori “sedang.”
BPS Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa peningkatan IPM ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk terus memperkuat kebijakan pembangunan, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.




