Kamis, November 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Jagung Hasil Rekayasa Genetika Butuh Modal Besar, Petani Kecil Sulit Mengakses Bibit

redaksi
30 Juni 2025
Kategori : Berita
0
Jagung Hasil Rekayasa Genetika Butuh Modal Besar, Petani Kecil Sulit Mengakses Bibit

Jagung. FOTO: DARILAUT.ID

Ketika tanaman dibudidayakan dalam sistem subsisten atau lokal, menjadi bagian dari sistem nilai dan praktik keberlanjutan.

Penelitian Vindi fokus pada promosi bibit jagung hasil rekayasa genetika atau Genetically Modified (GM) maize. GM maize ini diberikan kepada petani kecil, sebagai solusi pengentasan kemiskinan dan ketimpangan sosial.

Jagung sebagai entitas relasional dalam sistem sosial-ekologis, dengan studi kasus di Afrika Selatan.

Jagung dalam konteks ini tidak dipahami semata sebagai objek produksi pertanian, tetapi sebagai agen yang turut membentuk serta dibentuk oleh interaksi antara manusia, kebijakan negara, dan kekuatan pasar.

Vindi mengatakan jagung GM membutuhkan intensifikasi tenaga kerja dan input pertanian dalam skala besar. Sementara itu, jagung lokal, yang tidak terstandarisasi dan tidak melalui sertifikasi komersial, masih beredar melalui sistem tukar informal dan kolektif.

“Di sinilah letak perbedaan mendasar antara dua rezim benih tersebut. Satu dikontrol oleh hak kepemilikan intelektual dan pasar, yang lain hidup dalam sistem pertukaran dan solidaritas lokal,” ujarnya.

Distribusi GM maize dikendalikan secara ketat oleh perusahaan melalui skema sertifikasi, sementara bibit lokal dapat dibagi dan disebarluaskan secara informal. Pada kenyataannya, petani kecil mengalami kesulitan dalam mengakses bibit GM, kata Vindi.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: BRINGenetically modified MaizeJagungJagung Hasil Rekayasa GenetikaJagung LokalSektor Pertanian
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Prof. Fitryane: Lahan Sangat Kritis di Provinsi Gorontalo Melonjak Empat Kali Lipat

Next Post

Penambangan Pasir di Pulau Citlim Berpotensi Mengganggu Ekosistem Pesisir

Postingan Terkait

KLHK dan IPB University Ujicoba Alat Pengukur Tinggi Gelombang

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

5 November 2026
Peringatan Hari Konservasi di Bontang Mangrove Park

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

5 November 2026

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

Tsunami Dahsyat Dari Dekat Semenanjung Kamchatka Rusia

Next Post
Penambangan Pasir di Pulau Citlim Berpotensi Mengganggu Ekosistem Pesisir

Penambangan Pasir di Pulau Citlim Berpotensi Mengganggu Ekosistem Pesisir

TERBARU

Mengapa Anak Muda Selalu Kalah dalam Politik Gorontalo?

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

AmsiNews

REKOMENDASI

Kapal dari Bitung Pertama Sandar di Pelabuhan Pantoloan Palu

Peran Penting Ekosistem Pesisir dan Laut

Hari Cek Fakta Internasional, Ini Gagasan Generasi Muda

Berada di Selat Taiwan, Topan Super Doksuri Mendarat Pagi ini di Fujian

KKP Bangun Dermaga Apung untuk Menghubungkan Wisata Hiu Paus di Teluk Saleh Sumbawa

131 Media Pers Patroli Hoaks Selama Pemungutan Suara Pemilu 2024

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.