Darilaut – Hingga saat ini belum diketahui dengan pasti jalur migrasi paus biru (Balaenoptera musculus) di laut dan samudra di dunia.
Kemunculan paus biru di perairan Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Teluk Tomini, menambah jalur baru migrasi paus biru.
Paus biru mendekati pantai Botubarani dan hanya berjarak puluhan meter dari pasang tertinggi, yang di dekat atau bawahnya tumbuh karang, pada Rabu (22/10) pekan lalu.
Kondisi ini dapat menunjukkan indikasi jalur migrasi baru di Kawasan Konservasi Perairan Teluk Gorontalo – bagian dari Teluk Tomini.
Koordinator Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar Wilayah Kerja Gorontalo, A. Wahyu Oramahi, mengatakan, kemunculan paus biru di Botubarani ini merupakan kejadian pertama di kawasan tersebut.
“Berdasarkan kemunculan mamalia laut lain sebelumnya, bisa diasumsikan bahwa perairan Teluk Tomini, khususnya kawasan konservasi Teluk Gorontalo, merupakan jalur migrasi beberapa jenis mamalia laut,” kata Wahyu kepada Darilaut.id.
”Namun hal ini masih perlu penelitian dan survei lebih lanjut untuk membuktikannya.”
Migrasi Paus Biru
Dalam publikasi Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS atau US National Oceanic and Atmospheric Administration’s (NOAA) Fisheries, yang diterbitkan 28 September 2023, informasi tentang distribusi dan pergerakan bervariasi tergantung lokasi, dan rute migrasi tidak diketahui secara luas.
Namun, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa individu di wilayah tertentu mungkin tidak bermigrasi sama sekali.
Secara umum, distribusi sebagian besar didorong oleh ketersediaan makanan—mereka hidup di perairan tempat krill terkonsentrasi, kata NOAA Fisheries.
Di Samudra Atlantik Utara, menurut NOAA Fisheries, jangkauan paus biru membentang dari daerah subtropis hingga Laut Greenland. Paus biru telah terlihat di perairan lepas pantai Kanada bagian timur dan di perairan landas kontinen Amerika Serikat bagian timur.
Di sepanjang Pantai Barat Amerika Serikat, paus biru Pasifik Utara bagian timur diyakini menghabiskan musim dingin di lepas pantai Meksiko dan Amerika Tengah.
Mereka kemungkinan mencari makan selama musim panas di lepas Pantai Barat AS dan, pada tingkat yang lebih rendah, di Teluk Alaska dan perairan Pasifik Utara bagian tengah, kata NOAA Fisheries.
Paus biru bersama anak-anaknya secara teratur diamati di Teluk California (Laut Cortez) dari bulan Desember hingga Maret. Kawasan ini merupakan area penting untuk melahirkan dan menyusui bagi spesies ini.
Di Samudra Hindia bagian utara, terdapat populasi “resident” atau “mendiami suatu tempat”. Penampakan serta terdamparnya paus biru, dan deteksi akustik telah dilaporkan dari Teluk Aden, Laut Arab, dan di seberang Teluk Benggala.
Menurut NOAA Fisheries, pergerakan migrasi paus sebagian besar tidak diketahui, akan tetapi mungkin didorong oleh perubahan oseanografi yang berkaitan dengan musim hujan.
Di Belahan Bumi Selatan, paus biru Antartika sebagian besar ditemukan di perairan lintang tinggi di selatan “Konvergensi Antartika” dan dekat tepi es di musim panas.
Paus biru umumnya bermigrasi ke lintang menengah dan rendah di musim dingin. Meskipun demikian, tidak semua paus bermigrasi setiap tahun.
Sementara itu, paus biru kerdil (Balaenoptera musculus brevicauda) —sebuah subspesies— biasanya tersebar di utara Konvergensi Antartika dan paling melimpah di perairan lepas pantai Australia, Madagaskar, dan Selandia Baru.
Subspesies paus biru yang belum disebutkan namanya ditemukan di Samudra Pasifik bagian tenggara, khususnya di Ekoregion Chiloense, dan bermigrasi ke wilayah lintang rendah, termasuk Kepulauan Galapagos dan Pasifik tropis bagian timur.
Paus Biru Botubarani
Seekor paus biru berukuran sekira 20 meter mendekati pantai Botubarani, pada Rabu (22/10). Ketika itu, terdapat puluhan warga dan pengunjung di Pangkalan IV lokasi minat khusus wisata hiu paus.
Keberadaan paus biru yang sudah mendekati tubir karang ini membuat puluhan warga Botubarani dan pengunjung yang sedang melihat hiu paus terkejut.
“Saya sementara makan nasi kuning di pantai, kaget mendengar suara yang cukup keras di pinggir pantai,” kata Ewin Latief, Rabu (22/10).
Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan (Pokmaswas) Botubarani, Olis Latief, yang sedang memandu wisatawan untuk melihat hiu paus langsung meminta kepada Hirson Latief untuk mengambil video paus biru tersebut dengan menggunakan drone. (Novita J. Kiraman/VM)
