“Kemunculan paus biru di Botubarani ini mungkin berkaitan dengan ketersediaan makanan atau faktor lingkungan lain yang saling berhubungan”.
Lebih lanjut, Nuralim menilai paus biru tersebut berpeluang berpindah ke perairan lain di Gorontalo.
“Sangat mungkin paus itu muncul di semua perairan di Gorontalo”.
Sementara itu, Koordinator BPSPL Makassar Wilayah Kerja Gorontalo, A. Wahyu Oramahi, mengatakan, kemunculan paus biru di Botubarani ini merupakan kejadian pertama di kawasan tersebut.
“Berdasarkan kemunculan mamalia laut lain sebelumnya, bisa diasumsikan bahwa perairan Teluk Tomini, khususnya kawasan konservasi Teluk Gorontalo, merupakan jalur migrasi beberapa jenis mamalia laut,” kata Wahyu.
”Namun hal ini masih perlu penelitian dan survei lebih lanjut untuk membuktikannya.”
BPSPL Makassar, lanjutnya, selalu melakukan pencatatan setiap kali ada laporan kemunculan mamalia laut di wilayah kerjanya.
“Kami berharap masyarakat dapat melapor bila melihat mamalia laut, karena paus biru merupakan biota yang dilindungi penuh di Indonesia”.
Fenomena ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan riset dan kesadaran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut Gorontalo. (Novita J. Kiraman)




