Darilaut – Setelah mengalami kenaikan bulan Desember 2025, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Gorontalo pada bulan Januari 2026 mengalami penurunan.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Januari 2026 NTP Provinsi Gorontalo tercatat sebesar 115,99 atau turun 4,05 persen dibandingkan NTP Desember 2025 sebesar 120,89.
Dalam Berita Resmi Statistik No. 07/02/75/Th. XX, 2 Februari 2025, menyebutkan bahwa penurunan NTP ini dipengaruhi oleh penurunan indeks harga hasil produksi pertanian yang diterima petani (It) lebih dalam dibandingkan penurunan indeks harga barang dan jasa yang dikeluarkan petani (Ib).
Penurunan NTP Januari 2026 terjadi pada subsektor tanaman pangan sebesar 2,54 persen, subsektor tanaman hortikultura sebesar 26,47 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 3,22 persen, kata BPS Provinsi Gorontalo.
Sebaliknya, kata BPS Provinsi Gorontalo, kenaikan NTP Desember terjadi pada subsektor peternakan dan subsektor perikanan.
Penurunan NTP dikarenakan It turun sebesar 4,82 persen dan Ib turun sebesar 0,80 persen.
Dari 14 provinsi bagian timur Indonesia, 6 (enam) provinsi mengalami kenaikan NTP dan 8 (delapan) provinsi mengalami penurunan NTP.
Kenaikan NTP tertinggi pada Januari 2026 terjadi di Provinsi Sulawesi Utara yaitu sebesar 2,14 persen. Penurunan NTP terdalam terjadi di Provinsi Gorontalo yaitu sebesar 4,05 persen, menurut BPS Provinsi Gorontalo.
Pada periode Januari 2023–Januari 2026, NTP Provinsi Gorontalo tertinggi terjadi pada Desember 2025 sebesar 120,89 dan terendah terjadi pada April 2024 sebesar 105,92.
Sebelumnya, bulan Desember 2025 NTP Provinsi Gorontalo mengalami kenaikan 5,60 persen. Kenaikan NTP ini tertinggi tertinggi di Indonesia timur.
NTP Gorontalo Desember 2025 sebesar 120,89 atau naik 5,60 persen dibanding NTP bulan sebelumnya sebesar 114,48. Kenaikan NTP dikarenakan It naik sebesar 6,75 persen dan Ib naik sebesar 1,09 persen.
Dari 14 provinsi bagian timur Indonesia, kata BPS Provinsi Gorontalo, terdapat sembilan provinsi mengalami kenaikan NTP dan empat provinsi mengalami penurunan NTP.
Kenaikan NTP tertinggi pada Desember 2025 terjadi di Provinsi Gorontalo yaitu sebesar 5,60 persen.
Indeks Konsumsi
Pada Januari 2026 terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Provinsi Gorontalo sebesar 1,15 persen, dengan penurunan indeks tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,75 persen.
Konsumsi Rumah Tangga Petani merupakan salah satu komponen nilai yang dibayar oleh petani. Pada Januari 2026 terjadi penurunan IKRT di Provinsi Gorontalo sebesar 1,15 persen, dengan penurunan indeks tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,75 persen, menurut BPS Provinsi Gorontalo.
Dari 14 provinsi bagian timur Indonesia yang dihitung IKRT-nya pada Januari 2026, sebelas provinsi mengalami kenaikan indeks dan tiga provinsi mengalami penurunan indeks.
Kenaikan IKRT tertinggi terjadi di Provinsi Maluku sebesar 1,21 persen. Penurunan IKRT terdalam terjadi di Provinsi Gorontalo sebesar 1,15 persen.
