“Selama 303 hari, hiu paus melakukan agregasi di kawasan Botubarani. Tapi itu bukan berarti individu yang sama setiap kali. Ada yang datang dan pergi bergantian sesuai musim dan ketersediaan makanan,” ujar Verrianto.
Menurut Verrianto, ada dua faktor utama yang membuat hiu paus begitu betah di perairan ini. Pertama, tidak ada paus Orca yang biasanya membuat hiu paus menjauh.
“Tahun ini tidak ada laporan kemunculan paus Orca di sekitar Botubarani, sehingga hiu paus merasa aman untuk berlama-lama.”
Faktor kedua adalah keberadaan empat rumpon di dalam zona interaksi hiu paus. Rumpon—struktur buatan tempat berkumpulnya ikan kecil—berperan penting dalam menjaga rantai makanan laut.

“Rumpon ini berpengaruh besar terhadap kehadiran plankton, baik fitoplankton maupun zooplankton, serta ikan-ikan kecil yang menjadi makanan utama hiu paus.”
Meski begitu, Verrianto mengingatkan bahwa aktivitas wisata juga menjadi bagian dari dinamika kehidupan hiu paus di Botubarani. Para pemandu wisata kerap memberi makanan tambahan berupa udang kecil untuk menarik hiu paus agar tetap berada di sekitar perahu. Aktivitas ini, menurutnya, perlu dibatasi agar tidak mengganggu perilaku alami hiu paus.
“Pemberian makanan tambahan hanya berfungsi agar hiu paus tetap di permukaan laut dan bisa dilihat wisatawan. Tapi faktor utama yang membuat mereka datang tetaplah ketersediaan plankton di rumpon dan musim nike, harus ada batasan seberapa banyak makanan tambahan yang boleh diberikan,” ujarnya.




