Bagi masyarakat Botubarani, hiu paus bukan hanya daya tarik wisata, tetapi juga simbol keberlanjutan laut yang mereka warisi dari generasi ke generasi.
Kelompok Pokmaswas Orca bersama pemerintah desa dan para peneliti terus berupaya menjaga kawasan ini agar tetap lestari. Edukasi kepada nelayan, pengawasan penggunaan rumpon, hingga pembatasan jumlah wisatawan menjadi bagian dari komitmen menjaga harmoni laut.

“Hiu paus ini sudah seperti tamu tetap di rumah kami. Kalau laut bersih dan makanan mereka cukup, mereka pasti datang lagi,” kata Olis.
Kini, setiap kali raksasa jinak itu muncul di zona interaksi perairan Botubarani, masyarakat tak hanya menyaksikan keindahan laut, tetapi juga menyadari pentingnya menjaga alam.
Hiu paus menjadi penanda bahwa laut Gorontalo masih hidup dan memberi kehidupan. Bahwa harmoni antara manusia dan laut bukan sekadar cerita, tetapi kenyataan yang tumbuh di Teluk Tomini, “rumah” sementara munggiyango hulalo. (Novita J. Kiraman)




