Sekitar 20 orang, termasuk pengembang AI, pejabat perusahaan, peneliti universitas, dan pengacara telah membentuk Japan Image Generative AI Consortium atau JIGAC.
Organisasi tersebut dipimpin oleh Mochizuki Ippei, yang bekerja untuk sebuah perusahaan gambar saham.
Mochizuki mengatakan JIGAC bertujuan untuk secara bersamaan mewujudkan perlindungan hak cipta dan pengembangan teknologi. Organisasi ingin mendorong teknologi AI Jepang ke tingkat global.
JIGAC berencana untuk mempelajari sistem di mana pemegang hak cipta dapat menyatakan niat mereka untuk mengizinkan AI menggunakan data mereka atau tidak, dan kerangka kerja di mana penyedia data akan mendapatkan kompensasi yang sesuai.
Organisasi juga akan bekerja untuk meningkatkan transparansi data yang digunakan oleh AI dalam proses pembelajarannya, dan menciptakan lingkungan untuk memfasilitasi pengembangan dan penggunaan AI secara lebih nyaman, sekaligus melindungi hak cipta.
Mochizuki berencana untuk membuat rekomendasi yang diperlukan kepada pemerintah Jepang.
Menurut Mochizuki transparansi data sangat penting karena risiko pelanggaran hak cipta akan mempersulit pelanggan untuk menggunakan AI.
Mochizuki berharap untuk membuat kasus model untuk penggunaan AI generatif gambar di bawah hukum Jepang melalui kolaborasi lintas industri, dan menawarkannya kepada dunia.





Komentar tentang post