Ada kecenderungan pemerintah pusat mengecilkan peristiwa siklon tropis. Lambannya penanganan dan penanggulangan pascakejadian terjadi di semua kabupaten dan kota yang terdampak langsung menunjukkan indikasi pembiaran.
Terutama warga terdampak yang berada di pinggiran dan yang mengalami kerusakan pada sejumlah akses jalan dan jembatan.
Peristiwa cuaca ekstrem, bencana hidrometeorologi, bencana ekologi masih akan terjadi karena maraknya kegairahan kegiatan ekstraktif di berbagai pulau yang merusak dan rapuhnya kebijakan pengelolaan lingkungan yang baik.
Lambannya sikap pemerintah pusat dalam mengambil kebijakan yang tepat waktu dan tepat secara geografi di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat dapat menjadi catatan penting bagi daerah lain apabila mengalami dan menghadapi kondisi dan peristiwa cuaca dan iklim ekstrem di kemudian hari.
Penilaian Ilmuwan Berbagai Negara
Sejumlah ilmuwan dari berbagai negara telah melakukan penilaian pengaruh perubahan iklim terhadap siklon tropis. Peristiwa Badai Siklon Senyar di Selat Malaka mengakibatkan kehancuran di tiga provinsi
Selain penilaian di Selat Malaka, para ilmuwan juga menilai Badai Siklon Ditwah di Sri Lanka. Kolaborasi ahli berasal dari Sri Lanka, Filipina, Malaysia, Inggris Raya, Amerika Serikat, Swedia, Irlandia, dan Belanda.




