Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan berbasis pendampingan akademik dapat menjadi strategi efektif dalam pencegahan masalah kesehatan mental di lingkungan kampus.
Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG, Dr. Hartono Hadjarati, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata komitmen dosen FOK UNG dalam mengembangkan keilmuan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki dampak langsung bagi masyarakat dan dunia pendidikan tinggi.
Kehadiran Model NIAR menjadi kontribusi penting dari dosen FOK UNG dalam menjawab persoalan kesehatan mental mahasiswa. Ini bukan hanya prestasi akademik, tetapi juga bentuk pengabdian keilmuan yang sangat relevan dengan kebutuhan kampus dan generasi muda saat ini, kata Hartono.
Hartono mengatakan bahwa Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG terus mendorong dosen untuk menghasilkan karya riset yang inovatif, aplikatif, dan berdampak. Model NIAR dapat menjadi salah satu contoh bagaimana hasil penelitian doktoral mampu memberikan solusi konkret terhadap persoalan yang dihadapi mahasiswa.
“FOK UNG sangat mendukung pengembangan riset yang berorientasi pada solusi. Kami berharap Model NIAR dapat terus dikembangkan, disosialisasikan, dan menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi dalam memperkuat sistem pendampingan mahasiswa, khususnya dalam aspek kesehatan mental,” ujarnya.




