Hilangnya daya memungkinkan lebih banyak air laut masuk, menyebabkan kapal miring dan tenggelam.
Kapal perang itu sedang berpatroli di laut 32 kilometer (20 mil) dari dermaga di distrik Bangsaphan di provinsi Prachuap Khiri Khan.
Juru bicara angkatan laut Laksamana Pokkrong Monthatphalin kepada Thai PBS, mengatakan, kapal tersebut sedang melakukan patroli rutin untuk membantu setiap kapal nelayan yang membutuhkan bantuan.
“Prioritas utama kami sekarang adalah menyelamatkan semua pelaut. Rencananya kapal itu akan kami selamatkan nanti,” ujarnya.
Pencarian dilakukan di area seluas 16 kilometer persegi (6,2 mil persegi) di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.
Angkatan Laut Kerajaan Thailand mengirimkan fregat HTMS Bhumibol Adulyadej (FFG-471) dan HTMS Kraburi (FFG-457) dan dok platform pendaratan HTMS Angthong (LPD-791) untuk membantu Sukhothai. Hanya Kraburi yang cukup dekat untuk mencapai lokasi sebelum kapal tenggelam.
Dua helikopter Angkatan Laut Kerajaan Thailand juga diterjunkan ke lokasi. Angin kencang dan gelombang menghambat upaya pemulihan dan kapal tenggelam pada Minggu pukul 23.30 waktu setempat.
Menurut Angkatan Laut Kerajaan Thailand dari 106 pelaut awak Sukhothai, 78 dievakuasi dari kapal ke fregat Kraburi. Sebanyak 28 pelaut masih berada di dalam air dan berada dalam kondisi kritis.





Komentar tentang post