Mimin mendapat informasi dari resort di Pulau Una-Una dan bergerak cepat melakukan komunikasi dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo.
Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo melakukan koordinasi dengan Basarnas Palu, Lanal Gorontalo, Polairud dan pemandu wisata.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Heriyanto, mengatakan, tim belum bisa bergerak saat itu juga karena memperoleh titik koordinat hilangnya kapal cepat tesebut.
Tim Pencarian dan Pertolongan Gorontalo (SAR) gabungan bergerak Sabtu (25/7) pagi.
Pada Sabtu siang, diinformasikan korban kecelakaan laut di kapal cepat dari Una-Una ke Marisa ditemukan oleh tim pencarian dan pertolongan dari Pulau Una-Una.
Di kapal tersebut terdapat 14 orang, 11 di antaranya wisatawan mancanegara, satu penumpang lokal, nakhoda dan satu anak buah kapal.
13 orang termasuk wisatawan mancanegara ditemukan selamat, sementara nakhoda biasa dipanggil Om Un, dilaporkan hilang.
Noval, anak buah kapal yang selamat menceritakan kapal mulai bermasalah setelah satu jam lebih pelayaran.
Kapal cepat itu mulai kemasukan air. Penumpang kapal sudah menggunakan pelampung.
Ketika kapal mulai mengalami masalah dengan masuknya air laut, nakhoda ingin mencapai rakit (rumpon). Namun, air yang masuk ke kapal makin banyak dan tidak mencapai rakit tersebut.



