Tak lama, kapal terbelah dua, dan ”miring ke kiri,” kata Noval seperti dikutip Darilaut.id melalui video singkat berdurasi 1 menit 15 detik.
Setelah kapal patah dua, miring dan tenggelam, penumpang kapal, nakhoda dan anak buah kapal terombang-ambing di perairan Teluk Tomini.
Korban kapal tenggelam ini saling berpegangan tangan. Karena arus dan ombak pencah menjadi tiga kelompok.
Un menyampaikan kepada Noval dan mengambil inisiatif menuju sendirian ke rakit. Selain rakit terlihat juga perahu.
”Ada yang mengail (memancing),” ujar Noval.

Hingga Sabtu siang, setelah tim pencarian dari Una-Una menemukan korban kecelakaan laut ini, nakhoda hilang. Upaya pencarian dan pertolongan masih dilakukan.
11 wisatawan mancanegara, penumpang lokal bernama Oku (60 tahun) dan Noval dibawa ke resort di Pulau Una-Una.
Adapun 11 wisatawan asal Eropa tersebut, enam dari Sanctum Una Una Eco Dive Resort dan lima dari Lavana Dive & Nature Resort.
Wisatawan tersebut Milan Kasik, Rani Permentier, Mathijs Sercu, Jelka Van Driesum, Hinke Van Deer, Roeland Van Driesum, Age Van Driesum, Matthias Prange, Celine Josette Menguy, Hector Fabio Prange, Ronny Josue Prange.
Sebagian korban kecelakaan kapal ini dokumen seperti paspor dan uang hilang. Beberapa di antaranya masih memiliki paspor karena disimpan dengan menggunakan tas ikat pinggang.



